Sponsors Link
     Sponsors Link

Klasifikasi Animalia dan Contoh Hewannya

Advertisement

Animalia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penggolongan besar dari hewan. Animalia juga digunakan dalam klasifikasi makhluk hidup sebagai nama kingdom hewan. Dalam penggunaan sehari-hari, animalia dipakai untuk menunjukkan hewan yang bukan manusia. Namun dalam pengelompokan hewan sebenarnya manusia masuk dalam kelompok hewan. Sama halnya dengan makhluk hidup lain, hewan memiliki ciri ciri makhluk hidup. Ciri ciri kingdom animalia diantaranya:

Kingdom animalia memiliki jumlah yang melimpah. Untuk memudahkan studi tentang animalia, dibuatlah klasifikasi animalia. Klasifikasi animalia ini dapat ditentukan berdasarkan beberapa hal, diantaranya:

1. Berdasarkan Ada Tidaknya Tulang Belakang

Animalia dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan ada tidaknya tulang belakang. Hewan bertulang belakang disebut dengan vertebrata sedangkan hewan yang tidak memiliki tulang belakang disebut dengan invertebrata. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca dalam hewan vertebrata dan invertebrata. Contoh hewan vertebrata adalah ikan, mamalia, kucing, dan manusia. Sedangkan contoh hewan invertebrata adalah cumi cumi. gurita, timun laut dan sebagainya.

Perbedaan hewan vertebrata dan invertebrata antara lain:

  • Vertebrata memiliki tulang belakang dengan sumsum tulang sedangkan hewan invertebrata tidak.
  • Hewan invertebrata memiliki lebih banyak keanekaragaman hayati di Indonesia dan dunia dibandingkan dengan hewan vertebrata
  • Sistem gerak pada hewan vertebrata memungkinkannya bergerak lebih cepat dibanding hewan invertebrata
  • Hewan vertebrata memiliki sistem tubuh yang lebih kompleks dibanding hewan invertebrata.
  • semua hewan vertebrata tubuhnya simetri bilateral sedangkan invertebrata ada yang memiliki simetri bilateral dan ada yang simetri radial.

2. Berdasarkan Simetri Tubuh

Berdasarkan simetri tubuhnya, animalia dapat dibedakan menjadi 2 yaitu hewan dengan simetri bilateral atau hewan dengan simetri radial.

  • Simetri Bilateral – apabila tubuh hewan dipotong melalui garis yang diambil dari mulut ke anus maka akan diperoleh sisi kiri dan kanan yang sama, itulah yang disebut simetri bilateral. Semua hewan vertebrata memiliki ciri ini.
  • Simetri Radial – Simetri radial hanya dimiliki oleh hewan dengan tubuh bulat. Hewan dengan simetri radial biasa disebut dengan kelompok radiata. Hewan dari klasifikasi echinodermata termasuk salah satu contohnya.

3. Berdasarkan Lapisan Tubuh

Berdasarkan lapisan tubuh, hewan dapat dibedakan memnjadi dua yaitu hewan dengan lapisan diploblastik dan triploblastik. Pada hewan primitif, lapisan germinal yang kelak berkembang menjadi organ, hanya memiliki dua lapisan yaitu eksoterm (lapisan luar) dan endoderm (lapisan dalam). Hal ini dapat dijumpai pada hewan dalam kelompok Coelenterata. Sedangkan Triploblastik dimiliki oleh hampir semua animalia lain. Lapisan germinal terdiri dari 3 lapisan yaitu endoderm, mesoterm, dan eksoterm. Hewan triploblastik dapat dibedakan lagi menjadi 3 berdasarkan rongga tubuhnya yaitu:

  • Triploblastik aselomata – tidak memiliki rongga tubuh. Contohnya golongan Platyhelminthes (cacing pipih).
  • Triploblastik pseudoselomata – memiliki rongga semu. Contohnya hewan dari golongan Nematoda (cacing gilik).
  • Triploblastik selomata – hewan yang memiliki rongga sejati. Contohnya Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Vertebrata.
Sponsors Link

4. Berdasarkan Filum

Filum adalah tingkatan klasifikasi dibawah kingdom. Filum memisahkan semua hewan kedalam kelompok-kelompok yang lebih kecil. Ada 8 filum dalam kingdom animalia, yaitu:

  • Protozoa – adalah kelompok hewan yang bersel satu contohnya amoeba. Cara berkembangbiak hewan dalam filum ini melalui pembelahan diri secara mitosis.
  • Porifera – adalah kelompok hewan berpori yang dapat ditemukan di ekosistem perairan. Perkembangbiakan hewan filum porifera dapat terjadi secara generatif, vegetatif bahkan tunas. Contohnya Sycon.
  • Coelenterata – adalah kelompok hewan dengan tubuh berongga. Contoh hewan dari filum ini adalah semua anemon laut dan beberapa jenis jenis terumbu karang.
  • Vermes – adalah kelompok hewan cacing. Ini termasuk plathyhelminthes, nematoda dan annelida. Contohnya cacing tanah, cacing perut, dan cacing hati. (baca juga: klasifikasi cacing tanah)
  • Mollusca – adalah kelompok hewan bertubuh lunak. Cumi cumi, siput, dan bekicot termasuk dalam kelompok ini. (baca juga : klasifikasi mollusca)
  • Arthropoda – adalah kelompok hewan dengan kaki beruas. Ada kurang lebih satu juta spesies arthropoda sehingga dapat dikatakan kelompok ini adalah kelompok hewan dengan jenis anggota terbanyak. Contohnya kalajengking, laba laba, dan kelabang.
  • Echinodermata – adalah kelompok hewan laut baik yang berbentuk bintang, bulat atau memanjang. Contohnya bintang laut, bintang ular laut, dan bulu babi.
  • Chordata – adalah kelompok hewan dengan tulang belakang. Contohnya adalah manusia, ikan, burung, amfibi dan reptil.

5. Berdasarkan Makanan

Berdasarkan jenis makanannya hewan dapat diklasifikasikan dalam:

  • karnivora – hewan pemakan daging. Contohnya adalah singa, macan, jaguar, dan sebagainya
  • herbivora -hewan pemakan tumbuhan, contohnya rusa, sapi, kuda, kambing, dan sebagainya
  • omnivora – hewan pemakan daging dan tumbuhan, contohnya manusia.
  • pengurai – hewan yang menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati.

Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca dalam artikel hewan karnivora, herbivora dan omnivora.

Sponsors Link

6. Berdasarkan Suhu Tubuh

Berdasarkan suhu tubuhnya, hewan dapat dibedakan menjadi dua yaitu hewan berdarah panas dan hewan berdarah dingin.

  • hewan berdarah panas (homeoterm) – adalah kelompok hewan ini dapat menjaga suhu tubuhnya dalam kondisi konstan meski cuaca panas atau dingin. Hewan berdarah panas dapat menjaga homeostasis tubuh dengan cara berkeringat saat cuaca panas sedangkan saat cuaca dingin, mereka akan menyimpan panas tubuh. Mamalia dan aves termasuk dalam contoh hewan berdarah panas.
  • hewan berdarah dingin (poikiloterm) – adalah hewan yang dapat mengatur suhu tubuhnya agar sesuai dengan suhu lingkungan. Hewan berdarah dingin meningkatkan suhu tubuh dengan cara berjemur. Sedangkan menggigil, membuka mulut, dan berteduh adalah salah satu cara ereka dalam menurunkan suhu tubuhnya. Contoh hewan berdarah dingin adalah reptil, amfibi, dan laba laba.

penjelasan lebih lengkap dapat dibaca dalam artikel hewan berdarah dingin dan panas.

Sponsored Links

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Friday 02nd, December 2016 / 05:18 Oleh :
Kategori : Hewan