Categories: Tumbuhan

Contoh Tumbuhan Gerak Endonom Terlengkap

Contoh tumbuhan gerak endonom dapat mudah ditemukan pada keluarga polong- polongan dan tumbuhan tingkat rendah. Sistem gerak pada tumbuhan secara endonom terjadi tanpa ada pengaruh dari lingkungan. Tumbuhan bergerak karena adanya fisiologis pada tumbuhan yang mendukung perkembangan dan pertumbuhan. Sumber dan arah rangsangan tidak akan dibahas pada tumbuhan yang melakukan gerak endonom. Gerak ini juga terjadi pada protoplasma dalam sel. Protoplasma tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Berikut adalah contoh tumbuhan yang mengalami gerak endonom.

1. Pecahnya Kulit Buah Lamtoro (Leucaena leucocephala)

Kulit dari buah Lamtoro mengalami pergerakan dengan membuka. Hal tersebut terjadi  karena adanya pengaruh dari penurunan kadar air pada buah Lamtoro tersebut. Penurunan pada kadar air tersebut terjadi bukan karena faktor dari suhu atau temperatur udara yang tinggi sehingga tumbuhan kehilangan kandungan air dalam tubuh. Hal tersebut terjadi, melainkan karena kondisi tubmbuhan secara fisiologis. Fisiologi pada tumbuhan adalah kondisi sistem metabolisme yang ada di dalam tubuh tumbuhan.

Pada hal tersebut terjadi reaksi enzimatis yang dipengaruhi jenis hormon pada tumbuhan menyebabkan buah mengalami penurunan kadar air. Kematangan buah secara fisiologi akan mencapai dalam waktu yang dekat. Hal ini kemudian yang membuat tumbuhan membelah buah dengan sendirinya. Jadi dalam proses ini tidak ada pengaruh atau tanpa ada faktor luar lingkungan yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Lamtoro adalah salah satu tumbuhan yang termasuk ke dalam kategori polong – polongan atau Fabaceae. Hal ini tampak pada buah Lamtoro yang berbentuk polong. Lamtoro memiliki nama latin Leucaena leucocephala. Nama lokal tanaman adalah petai cina. Buah tanaman ini berwarna hijau saat masih muda. Saat sudah tua berwarna hitam. Biji petai cina biasa diolah menjadi makanan khas seperti botok dan sebagainya. Pohon ini tumbuh baik pada dataran rendah hingga menengah dengan suhu sekitar 25 hingga 30 derajat celcius.

Biji tanaman bermanfaat sebagai obat cacing. Tanaman lain Lamtoro adalah jenis tumbuhan dengan perawakan pohon. Ciri tumbuhan monokotil dan dikotil dapat diamati dengan morfologinya. Buah ini sangat mudah ditemukan di pinggir jalan. Buah lamtoro yang sudah tua akan mengalami gerak endonom. Buah ini aka tampak membuka dengan bertuk memuntir di atas pohon. Saat membuka akan terdengar bunyi yang renyah.

2. Pecahnya Kulit Buah Pohon Turi (Seisbania grandiflora)

Saat muda buah turi berwarna hijau. Saat tua buah turi berwarna hitam. Buahnya memiliki bentuk yang sama seperti buah lamtoro. Buah turi dan buah dari tumbuhan keluarga kacang – kacangan (polong-polongan) lainnya sama melakukan gerak endonom di dalam sel. Buah turi hanya saja memiliki bentuk yang lebih pendek dibanding dengan buah lamtoro. Jika buah turi telah mencapai tingkat kematangan secara proses fisiologis atau sudah tua maka akan terjadi pemecahan pada kulit buah tersebut. Hal ini terjadi karena kadar air pada buah turi mengalami penurunan.  Kandungan air tersebut telah mencapai pada ambang batas terendah atau titik jenuh. Biji turi kemudian akan keluar dari kulit buah tersebut dan jatuh ke tanah. Ini akan sangat membantu turi dalam proses penyebaran biji. Apalagi jika terbawa oleh angin maupun burung. Hal ini juga yang akan mendukung proses perkecanbahan dan proses perkembangbiakan tumbuhan tersebut.

Tumbuhan Lamtoro dan tumbuhan turi berasal dari satu keluarga. Pohon turi juga sangat mudah ditemukan di pinggir jalan. Bunga Turi saat musim berbunga sangat banyak dan berwarna putih. Di desa bunga turi masih banyak ditemukan untuk dikonsumsi sebagai lalaban. Turi berasal dari keluarga Fabaceae atau polong – polongan. Nama latin Turi yakni Seisbania grandiflora. Buahnya mirip dengan kacang kapri. Turi sangat mudah ditemukan di iklim tropis. Tuti tumbuh baik dari dataran rendah hingga tinggi. Tinggi pohon Turi adalah 5 hingga 12 meter. Pohon ini ditemukan memiliki hubugan saling menguntungkan dengan bakteri nitrogen pada akar. Kerjasama itu bermanfaat dalam menyuburkan tanah.

3. Pecahnya Kulit Buah Kapuk (Ceiba petandra)

Jika tinggal di wilayah pedesaan, maka akan sudah akrab dengan pohon kapuk ini. Buah kapuk muda berwarna hijau. Buah kapuk tua berwarna coklat kehitaman. Buah kapuk akan mengalami pembelahan kulit ketika usianya sudah cukup tua. Kondisi ini akan terjadi akibat pada kadar air yang terdapat pada kulit buah sudah sangat rendah. Buah kapuk sudah tidak mampu lagi untuk menahan pemuaian kulit pada buah kapuk. Kulit kapuk cukup keras, namun dapat mengelupas begitu saja.

Bagian daging buah yang berupa serat tampak berterbangan jika tertiup oleh angin. Pecahnya kulit kapuk tidak ada pengaruh lingkungan. Gerakan itu terjadi karena proses fisiologi pada buah kapuk yang telah matang. Proses fisiologis berhubungan dengan proses metabolisme yang mendukung pertumbuhan setiap organ dari tumbuhan. Hal ini menunjukkan gerak endonom yang terjadi pada tumbuhan tersebutsebagai sistem organ pada tumbuhan.

Kapuk termasuk ke dalam falili Malvaceae. Kapuk memiliki daging buah seperti kapas. Padahal kapuk berbeda dengan kapas. Jika kita melihat saat kapuk berbuah, maka kita akan melihat daging buah berupa serat halus berterbangan. Warnanya berbeda dengan kapan yang putih jernih. Kapuk cenderung putih gading hingga kecoklatan. Biji kapuk berwarna hitam dengan bentuk bulat berwarna hitam legam.

Bijinya mirip dengan biji bunga pukul empat. Struktur biji keras. Daun kapuk termasuk ke dalam daun majemuk dengan helaian 7 buah. Habitus berupa pohon dan tumbuh hingga kurang lebih 70 meter. Tanaman ini mudah ditemukan pada dataran rendah hingga tinggi. Manfaat dari kapuk adalah banyak digunakan untuk hiasan dinding, serat matras, pakaian pelindung, dan penahan panas. Biji pada kapuk mengandung minyak yang juga sangat bermanfaat dalam industri lampu dan pelumas.

4. Membukanya Gigi Peristom pada Sporangium Lumut (Bryophyta)

Lumut sebagai contoh pada gerak endonom. Tumbuhan lumut mengalami perkembangbiakan dengan spora. Sporangium adalah wadah spora yang terdapat pada bagian – bagian tumbuhan lumut. Sporangiun akan membuka ketika spora yang terdapat di dalamnya telah matang. Gigi peristom berada pada bagian sporangium. Gigi tersebut akan bergerak dan kemudian membuat spora yang ada di dalam untuk keluar.Gigi ini berbentuk melingkar dengan garis lintang. Gigi ini seperti sendi tempat keluarnya spora. Struktur gigi peristom sangat khas berbentuk lingkaran yang berada di sekitar lubang kapsul. Gigi merupakan perkembangan dari satu sporogonium. Spora tersebut akan menyebar dan tumbuh menjadi tumbuhan lumut baru. Hal ini melibatkan proses fisiologis pada masa perkembangan lumut. Lumut beregenerasi dengan menggunakan spora yang berada di dalam sporangium. Proses fisiologis ini yang membuat sporangium retak dan memecahkan lapisan kantung.

Lumut termasuk ke dalam tumbuhan tingkat rendah atau kryptogamae. Lumut belum memiliki pembuluh angkut (jaringan xilem dan jaringan floem) dan organ yang belum sejati. Hal ini yang menjadi alasan mengapa lumut termasuk kategori kryptogamae. Lumut juga sering disebut dengan organisme peralihan yakni pada saat masa hidupnya. Peralihan yang terjadi yaitu pada masa Thallophyta atau bertalus ke Kormophyta atau berkormus. Tumbuhan lumut mudah ditemui di tempat yang lembab dan terlindung dari cahaya matahari. Lumut bisa dicari di dekat sumber – sumber air. Penyebaran tumbuhan lumut banyak dilakukan atas bantuan air. Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 25.000 lumut. Pemanfaatan lumut banyak digunakan sebagai obat. Pemanfaatan lumut di Indonesia masih belum maksimal dan memiliki peluang yang besar.

5. Membukanya Sel Anulus Pada Sporangium Tumbuhan Paku (Pterydophyta)

Sel anulus terdapat pada tumbuhan paku seperti gigi peristom. Jenis – jenis tanaman paku seperti lumut termasuk ke dalam jenis kryptogamae. Tumbuhan paku sudah mulai memiliki pembuluh angkut (pembuluh floem dan pembuluh xilem). Tumbuhan lumut juga berkembang biak dengan spora. Hal ini juga terjadi pada tumbuhan paku. Sporangium  merupakan kotak spora pada lumut yang dilindungi oleh gigi peristom.  Jika sporangium yang terdapat pada tumbuhan paku, maka sporangium tersebut dilindungi oleh sel anulus. Sel anulus adalah jenis sel yang mampu bergerak dengan membuka sporangium. Hal ini terjadi saat kadar air sporangium terkandung sangat rendah sehingga kulit pecah.

Recent Posts

Pemupukan Anorganik dan Penjelasannya

Definisi dari pupuk ialah bahan yang dijadikan sebagai penambah pada sebuah media tanam untuk membantu…

5 years ago

Pemupukan Organik dan Penjelasannya

Pupuk berbahan organik menjadi satu-satunya input yang bisa diberikan ke dalam lahan sawah. Konsentrasi nutrisi…

5 years ago

Manfaat Penerapan Bioteknologi

Sebelum membahas tentang manfaat Bioteknologi, ada baiknya kita paham duluapa itu Bioteknologi. Secara umum Bioteknologi…

5 years ago

Dampak Red Tide Bagi Biota Laut

Definisi dari red tide merupakan kejadian yang terjadi secara alami pada air laut yang mengalami…

5 years ago

Dampak Red Tide Bagi Manusia

Definisi dari red tide ialah fenomena dimana ditemukan perkembangan jumlah fitoplankton yang sangat drastis berkali…

5 years ago

LGBT dari Sudut Pandang Biologi

Dr Roslan Yusni Hasan atau Ryu Hasan selaku pakar neurologi mengatakan, dalam menjawab mengenai LGBT…

5 years ago