Categories: Hewan

13 Hewan yang Hampir Punah dan Keterangannya

Apakah anda berpikir bahwa semuanya akan hidup abadi? Pernahkah anda menyangka bahwa segala yang ada di sekitar kita, satu per satu pelan pelan akan kembali pada asal mulanya. Kematian satu per stau hewan, hingga spesiesnya yang semakin lama semakin berkurang. Jika ia tidak mampu mempertahankan kehidupannya, kepunahan menjadi satu satunya jawaban pas untuk mereka. Satu contoh nyata hewan yang sudah punah, dinosaurus. Hewan ini sungguh amat besar, beringas, buas, tapi siapa sangka sampai saat ini kita belum pernah menjumpai secara langsung. Hanya melalui replika, fosil, atau lewat film layar lebar yang memang mengupas lepas seluk beluknya. Mengapa bisa terjadi kepunahan? Karena mereka memang tidak bisa mempertahankan kehidupannya. Tak mampu untuk melawan seleksi alam. baik demi mendapatkan makanan untuk kehidupannya, atau mempertahankan rasa aman.

Kemungkinan lain hewan hewan tersebut mengalami kepunahan karena adanya bencana alam yang maha dahsyat. Kesempatan untuk menyelamatkan diri tidak ada. Maka secara terpaksa mereka pun mati, tanpa meninggalkan bekas satu atau dua spesies yang bisa hidup. Toh kalau pun masih ada spesies yang lolos dari bencana tersebut, mereka juga tidak akan bisa hidup lama. perasaan khawatur hidup sendiri, rasa traumatik dari bencana akan membuat stress dan akhirnya pelan pelan mereka meninggal sendiri. Apakah kejadian yang menimpa beribu ribu tahun lalu bisa terjadi saat ini? Mungkinkah hewan yang hidup di sekitar anda saat ini bisa punah? Kapan? Satu tahun ke depan? Dua tahun ke depan? Sepuluh tahun ke depan? Siapa yang akan tahu? Siapa yang mampu menebak? Who knows?

Penelitian mengenai kepunahan hewan

Sesuai yang sudah di postkan oleh Global Post, tahun 2015 kemarin merupakan genapnya 100 tahun kematian dari burung Merpati Pengembara terakhir. Hewan ini adalah spesies terakhir yang sudah berhasil hidup sebatang kara di sebuah penangkaran selama 14 tahun. Lalu pada tahun 2014 lalu, Angalifu atau biasa di kenal sebagai badak putih Afrika mati setelah berhasil hidup selama 44 tahun. Kematiannya membawa lara badak badak putih lainnya yang sekarang ini hanya tersisa 5 ekor, dan tersebar di seluruh dunia yang hidup di penangkaran. Di San Diego Zoo, badak putih ini menghembuskan napas terakhir. Ini menjadi tanda bahwa dunia kehilangan puluhan spesies setiap hari. Itu pun jika spesies tersebut sudah di ketahui jenisnya, dan berada di penangkaran. Sedangkan yang belum di ketahui? Yang ada di hutan bebas? Apakah kita semua tahu? Tentu saja tidak. Inilah yang di sebut sebut oleh para ilmuan dengan kepunahan massal ke enam. Bahkan sebanyak 30% sampai degan 50% hewan-hewan sedang berjalan menuju kepunahan mereka. Siapa yang salah? Kita semua.

Menurut penuturan dari seorang ahli ekologi kelautan di World Conservation Monitoring Centre, Cambridge, Inggris menegaskan bahwa kelakuan manusia terkait penghancuran habitat alami, polusi udara, laut, darat, menangkap ikan secara besar besaran atau eksploitasi, menghancurkan kehidupan tanaman liar yang ada di darat dan laut, meskipun tidak membunuh semuanya, tapi menjadikan kehidupannya sangat rentan-menuju ke ambang kepunahan dan bergantung juga dengan cara hewan beradabtasi dengan lingkungannya. Masalahnya, dalam beberapa masa yang akan datang, banyak sekali perubahan nyata yang akan terjadi. Misalnya seperti perubahan iklim dan cuaca yang tidak bisa menjamin satwa satwa bisa bertahan lagi. Ini adalah ancaman yang akan menyebabkan hewan yang hampir punah.

Inilah beberapa hewan yang hampir punah yang berada diseluruh dunia :

  1. Macan tutul amur

Keberadaan macan tutul amur ini sekarang berada di kebun binatang Mulhause yang letaknya berada di Perancis. Menurut kabar yang terakhir, induk macan tutul ini baru saja melahirkan bayi yang saat ini berumur 15 bulan. Satwa ini di kabarkan hendak berjalan ke masa kepunahan setelah berjuang hidup bersembunyi dari para pemburu. Memang karakteristik bulu dari macan tutul ini indah, menawan. Yang paling khas dari hewan ini adalah memiliki kualitas bulu yang lebih tebal dari biasanya. Makanya banyak orang berusaha untuk membuat mantel dari bulunya.

Panthera pardus orientalis merupakan salah satu jenis marga kucing kucingan yang paling langka di dunia. Habitat aslinya berada di antara Rusia, sebelah tenggara dan timur laut Chinna. Kabar saat ini hanya tersisa sekitar 30 ekor jenis macan tutul yang masih bisa hidup dan bertahan di dunia luar sana, di seluruh dunia. Mereka juga di sebut dengan nama Leopard Far East, Leopard Manchuria atau Leopard Korea. Habitatnya sekarang ini berada di hutan hutan campuran. Namun sayangnya, hutan tersebut sekarang di khawatirkan akan di bakar dan hendak di gunakan untuk keperluan lainnya. Beberapa orang yang perduli dengan habitat dan lingkungan dari hewan hewan langka ini melakukan beberapa cara pengenalan. Misalnya seperti yang di lakukan oleh Guernsey yang menerbitkan gambar macan tutul amur dalam perangkao salah satu hewan yang terancam punah. Perangko ini di desain oleh Joel Kirk yang manadi presentasikan dalam satu lembar perangko kenangan.

  1. Gajah Sumatera

Hewan besar, yang terkenal dengan telinga lebar dan belalainya ini menjadi salah satu satwa langka dan perlu di lindungi. Sesuai dengan namanya, habitat asli dari gajah ini tentu saja berada di Sumatra, Indonesia. Sayangnya spesies gajah ini terus menurun dari tahun ke tahun. Bahkan dalam kurun waktu 25 tahun terakhir ini, penurunan sampai berkisar 80% yang di sebabkan karena deforestasi. Gajah Asia yang terkenal memiliki tubuh paling kecil ini hampir kehilangan habitatnya. Keberadaaannya saat ini hanya tersisa sekitar 2.400 ekor sampai dengan 2.800 ekor saja yanng masih bertahan di alam liar. Namun pada hasil akhirnya adalah sebanyak 65% dari populasina tadi akhirnya mati. Ini terjadi karena semuanya sudah di buru oleh manusia. Susanya tinggal 35% juga ikut menyusul karena kondisi keracunan. Mereka juga sudah kehilangan tempat tinggal. Sebab habitat dahulunya yang menjadi rumah mereka, sekarang sudah di alih fungsikan sebagai lahan perkebunan.

Karakteristik Elephas maximus sumatranus jantan ini memiliki gading yang relatif lebih kecil dari sebangsanya yang lain. Tapi entah mengapa, pemburu tetap tergila gila untuk memburunya demi perdagangan gelap. Inilah yang menyebabkan rasio pertumbuhan dan perkembangbiakan hewan antara gajah jantan dan betina mengalami ketidak seimbangan. Hal inilah yang menyebabkan mereka susah untuk bertahan di dunia.

  1. Badak bercula satu

Siapa yang tidak kenal dengan jenis hewan ini? Tentu saja kita tahu, salah satu jenis hewan yang paling terancam punah. Namanya paling sering di elu elukan oleh guru saat belajar ilmu alam di sekolah dasar. Hewan ini hanya bisa bertahan di daerah yang memiliki iklim hutan tropis. Rhinoceros sondaicus merupakan salah satu satwa yang masih hidup saat masa kolonial. Pemburu paling gemar mengambil cula. Selain bentuknya artistik, cula ini memiliki harga jual yang tinggi.

Keberadaan badak bercula satu ini menyisakan sekitar 58 ekor individu yang saat ini berada di taman nasional Ujung Kulon, Jawa. Menjadi salah satu hewan yang amat di lindungi oleh pemerintah nasional pusat. Spesies ini sangat rentan pada kondisi kepunahan. Tubuhnya yang tidak bisa bertahan lama karena adanya bencana alam yang paling rawan terjadi di Indonesia. Juga karena penyakit menular, dan keragaman genetik yang sangat minim. Bahkan menurut Badan Konservasi Dunia IUCN, menyebutkan bahwa binatang ini masuk ke dalam daftar merah. Artinya sanat terancam punah atau critically endangered. Salah satu spesies terdekat dari badak jawa yang ada di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam mengabarkan bahwa badak mereka sudah terbunuh oleh pemburu pada tahun 2010. Untuk itu, hanya yang ada di Ujung Kulonlah habitat terakhir badak ini.

  1. Penyu belimbing

Merupakan salah satu jenis spesies yang ada di Papua Barat. Penyu belimbing ini memiliki bentuk tubuh yang sangat besar, bahkan menjadi penyu terbesar di seluruh dunia. Hewan ini memang paling hobi melakukan migrasi kemana mana. Sayangnya populasi Dermochelys coriacea beberapa tahun ini sudah mulai menurun. Hal ini di sebabkan karena perburuan yang semakin banyak. Atau karena terkena jaring nelayan secara tanpa sengaja, serta kotornya tempat habitat yang menyebabkan penyu belimbing memakan sampah plastik.

Selain itu, habitat hidup penyu ini sudah beberapa rusak karena adanya pembangunan di kawasan pesisir. Hal ini menyebabkan penyu kehilangan tempat untuk bertelur. Saat ini beberapa peneliti sudah mengupayakan untuk mempertahankan keberadaan penyu yang semakin sedikit ini. Bahkan peneliti Indonesia yang bekerja sama dengan peneliti dari University of Alabama memasang alat pemantau satelit.

  1. Gorila dataran rendah

Sudah di masukan dalam kategori hewan yang hampir punah, namun pemburu tetap kebal dengan peraturan tersbeut. Perburuan gorila dataran rendah terus saja di lakukan, secara ilegal. Mereka banyak menggunakan daging dari gorila ini sebagai bahan olahan untuk di makan. Induk yang sudah besar, memiliki daging banyak dan cocok di gunakan untuk bahan makanan. Sedangkan untuk anaknya, di bawa dan di pelihara. Nantinya jika sudah sampai pada umurnya, ia juga akan bernasip sama dengan induknya.

Sayang, beberapa waktu akhir akhir ini banyak tersebar virus ebola yang menghancurkan dan membunuh manusia. Pergerakan yang cepat, juga ikut membunuh spesies spesies dari kera kera liar ini. Bahkan di sekitar daerah hutan Minkebe, kawasan Gabon, virus ebola sudah membunuh lebih dari 90% populasi di sana. Bukan hanya gorila, juga simpanse yang ada.

  1. Saola

Apakah anda mengetahui, apa itu saola? Merupakan sejenis kuda unicorn asia yang memang sangat terbatas spesiesnya. Pseudoryx nghetinhensis hanya sedikit sekali berada di alam liar untuk di lepas. Di dalam penangkaran pun juga tidak ada. Maka populasi yang ada memang hanya tinggal sangat sedikit, kemungkinan sekitar puluhan saja yang masih ada di alam bebas.

Satwa ini banyak di buru, karena manfaatnya yang luar biasa. Rakyat cinna banyak memanfaatkannya untuk bahan baku obat obatan tradisional. Sedangkan  beberapa daerah menjadiakan hewan ini sebagai bahan makanan, seperti yang ada di Vietnam dan Laos. Tanduk yang di miliki oleh hewan ini mampu menyita perhatian beberapa manusia. Mereka menjadikan tanduk ini sebagai pajangan di rumah. Menurut tata bahasa yang ada, saola memiliki arti sebagai ‘hewan yang sopan’. Sebab hewan ini memang sangat jinak dengan manusia. Makanya sangat mudah di buru. Cepat habis pula keberadaanya. Saat ini saola sudah kehilangan habitat aslinya. Variasi genetiknya juga sudah mulai berkurang sejak saat itu. Makanya satwa ini sekarang sudah berjalan ke ambang kepunahan.

  1. Vaquita

Hewan laut ini juga berada pada ambang batas kepunahan. Phocoena sinus merupakan salah satu satwa biota laut yang kondisinya saat ini berada kurang dari 100 ekor individu tersisa. Bahkan hewan ini masuk ke dalam satwa laut paling langka di dunia. Habitat aslinya berada di sekitar Teluk California, Inggris.

Hewan ini bisa langka karena pada rasio satu di banding dengan 5 vaquita terjerat dalam laut yang lebih dalam. Atau karena tenggelam oleh pukat yang di maksudkan untuk menangkap ikan jenis lain. Insnag dari hewan ini bernilai sangat mahal. Bahkan mencapay $4.000 per pound

  1. Harimau Siberia

Harimau jenis ini juga kerap di namakan dengan nama harimau amur. Sama seperti kisah macan tutul amur, harimau amur juga merupakan salah satu spesies yang hampir punah saat ini. Panthera tigris altaica merupakan salah satu genus kucing kucingan yang memiliki bentuk tubuh paling besar di seluruh dunia di bandingkan jenisnya yang lain. Hewan ini banyak di buru oleh pemburu, demi di olah untuk pengobatan tradisional di Chinna.

Saat ini keberadaanya terus memperinhatinkan. Semakin banyaknya perburuan yang merajalela, pembangunan pertambangan di beberapa wilayah vital, banyak pembakaran hutan yang di sengaja maupun tidak, kerusakan hutan yang semakin parah, sampai undang undang hukum keadilan yang mudah goyah dan rendah. Kondisi kondisi dan konflik inilah yang semakin mengancam keberadaan harimau siberia. Sampai kala ini, keberadaan populasinya hanya mencapai 400 ekor sampai dengan 500 ekor yang ada di alam liar sana.

  1. Gorila gunung

Merupakan salah satu satwa yang banyak di temukan di daerah Uganda, Rwanda, Republik Demokratik Kongo. Hewan ini termasuk ke dalam salah satu pengelompokan hewan langka yang sangat di jaga ketat oleh pemerintah nasional pusat. Gorila beringei beringei di masukan ke dalam penangkaran Taman nasional Bwindi, yang mana tempat ini tidak boleh di kunjungi oleh orang luar sam sekali. Penjagaannya ketat, karena di takutkan orang luar berpotensi untuk bisa merusak habitat alam yang ada di sana.

Karena banyaknya perburuan yang di lakukan secara besar besaran, sampai pengrusakan habitat asli menyebabkan gorila gunung ini kehilangan tempat tinggal. Selain itu juga karena adanya penyakit menular yang malah merusak generasi yang ada. Saat ini gorila gunung hanya tersisa sekitar 880 individu yang sedang berjuang hidup di alam bebas.

  1. Lemur bambu besar

Hewan imut dan lucu ini bisa di temui di daerah Madagascar bagian tenggara. Jenis lemur bambu besar merupakan salah satu jenis lemur yang paling langka dan hanya bisa di temukan di daerah Madagascar. Keberadaan populasinya saat ini berkurang banyak, dan hanya ada sekitar 60 ekor individu yang masih bisa hidup di alam liar. Sedangkan sisanya sekitar 150 ekor individu berada di pusat pusat penangkaran yang tersebar di seluruh dunia.

Satwa ini bisa langka karena banyaknya perburuan liar yang di lancarkan secara gencar gencaran. Perburuan bukan hanya sebatas pada hewan lemurnya, juga perburuan pada bambu bambu yang merupakan tempat hidup dan makanan dari hewan ini membuat keberadaan lemur semakin sedikit. Selain itu karena adanya banyak perubahan iklim yang tidak menentu, sering muncul dengan ekstrim, lalu tiba tiba hilang semakin membuat lemur bumbu besar ini susah untuk beradaptasi dan mempertahankan kehidupannya.

  1. Orang utan Sumatra

Habitat asli dari hewan ini tentu saja berada di Sumatra, Indonesia. Keberadaan dari hewan Pongo abeli akan terus berkurang semakin heri semakin banyak saja. Baik di sebabkan karena adanya pembakaran hutan yang semakin banyak, adanya kegiatan untuk melakukan pembukaan lahan secara besar besaran demi perkebunan kelapa sawit, pembalakan liar di mana mana, sampai dnegan melakukan pembangunan pertanian. Semua kegiatan yang di nilai merusak ini akan semakin membuat nyawa dari orang utan ini rentan. Jika terus menerus di lakukan, mungkin pula saat ini tahun ini  amat langka di temukan. Peburunan spesies yang terus menurun dar tahun ke tahun semakin mengkhawatirkan kita semua. Sisa populasi dari hewan ini tidak sampai dalam jumlah 7.300 ekor individu yang masih ada.

  1. Badak hitam

Merupakan salah satu jenis hewan yang paling banyak di buru oleh pemburu. Ini di sebabkan karena karakteristik dari badak yang menawan. Culanya yang menjulang dua, kuat, dan indah. bahkan jika anda menjualnya di pasar gelap, harga dari satu culanya saja akan menghasilkan uang yang cukup banyak. Selain itu, badak ini juga memiliki rasa yang enak jika di konsumsi. Makanya mereka yang mengambil cula, sekalian untuk menyantap daging dari badaknya. Satwa badak hitam masuk dalam salah satu satwa tertua dari golongan mamalia yang ada di dunia. Bahkan di kawasan Afrika sana, adanya badak bercula ini menjadi salah satu atraksi yang paling di nikmati dan di tunggu tunggu oleh para penduduk lokal maupun wisatawan.

Sayangnya, berbagai upaya untuk di lakukan pengembang biakan dan perlindungan mengalami berbagai hambatan dan rintangan. Karena masih tingginya tingkat kemiskinan dan rendahnya ekonomi, menjadikan orang orang lebih perduli pada dirinya. Mereka lebih memilih untuk melengkapi kebutuhan pribadinya, seperti makan enak dari hasil penjualan cula badak yang akan memberikan harga tinggi, dari pada harus menangkarnya. Apalagi keadaan pasar gelap saat ini juga sangat tinggi permintaan untuk cula badak hitam. Jumlah populasi badak hitam saat ini hanya mencapai 4.848 individu saja.

  1. Lumba lumba tidak bersirip yangtze

Sungguh cantik dan menarik bentuk dari lumba lumba ini. Sekali anda melihatnya, pastilah jatuh hati. Hewan yang terkenal dengan nama panda air raksasa merupakan salah satu jenis mamalia air yang sedang berjalan ke arah kepunahan. Neophocaena phocaenoides juga merupakan salah satu makhluk yang terkenal cerdas. Habitat aslinya berada di bantaran Sungai Yangtze, Chinna, yang juga merupakan sungai paling panjang di daerah Asia.

Satwa ini mengalami kepunahan karena adanya penangkapan yang di lakukan secara besar besaran dan berlebihan. Selain itu juga karena pasokan makanan yang kian hari kian menurun. Serta polusi air laut dan sungai yang menyebabkan satwa ini kehilangan tempat tinggalnya. Manusia banyak membuang sampah dan limbah kotoran di sungai. Juga mereka yang banyak membangun bendungan dan pabrik pabrik yang menyebabkan spesies ini semakin sulit untuk bertahan hidup. Saat ini, kondisi dari satwa air sungai ini terus menurun. Bahkan keberadaanya hanya sekita 1.800 ekor sampai 1.000 ekor saja di alam liar. Saudara dekat dari lumba lumba ini, lumba lumba baiji sudah di nyatakan punah. Hal ini di sebabkan karena ulah aktivitas manusia yang semakin lama semakin memperkaya diri.

Baca juga artikel biologi lainnya yang masih berhubungan dengan hewan :

Recent Posts

Pemupukan Anorganik dan Penjelasannya

Definisi dari pupuk ialah bahan yang dijadikan sebagai penambah pada sebuah media tanam untuk membantu…

5 years ago

Pemupukan Organik dan Penjelasannya

Pupuk berbahan organik menjadi satu-satunya input yang bisa diberikan ke dalam lahan sawah. Konsentrasi nutrisi…

5 years ago

Manfaat Penerapan Bioteknologi

Sebelum membahas tentang manfaat Bioteknologi, ada baiknya kita paham duluapa itu Bioteknologi. Secara umum Bioteknologi…

5 years ago

Dampak Red Tide Bagi Biota Laut

Definisi dari red tide merupakan kejadian yang terjadi secara alami pada air laut yang mengalami…

5 years ago

Dampak Red Tide Bagi Manusia

Definisi dari red tide ialah fenomena dimana ditemukan perkembangan jumlah fitoplankton yang sangat drastis berkali…

5 years ago

LGBT dari Sudut Pandang Biologi

Dr Roslan Yusni Hasan atau Ryu Hasan selaku pakar neurologi mengatakan, dalam menjawab mengenai LGBT…

5 years ago