Categories: Makhluk Hidup

9 Fungsi DNA dan RNA dalam Sintesis Protein

Deoxyribonucleic acid atau yang lebih sering kita singkat sebagai DNA dan Ribonucleic acid adalah makromolekul yang sangat berperan dalam kehidupan semua jenis organisme hidup. Baik DNA maupun RNA merupakan struktur dari asam nukleat (nucleic adid). Asam Nukleat sendiri merupakan makro molekul yang sangat kompleks dan tersusun dari rantai nukleotida dan bisa ditemukan pada semua makhluk hidup dan juga virus yang memiliki ciri ciri makhluk hidup disetiap proses DNA.

Rantai nukleotida adalah monomer utama penyusun asam nukleat yang terdiri atas tiga komponen utama yaitu gugus basa nitrogen heterosiklik, gula pentosa (gula berkarbon lima) dan gugus fosfat. Pada rantai nukleotida ini di dalamnya terdapat informasi pembawa genetik . Asam nukleat berada dibagian dalam inti sel yang disebut nukleus sel. Jenis gula yang terdapat pada rantai nukleotidalah yang membedakan jenis-jenis asam nukleatnya. Pentosa RNA adalah ribosa sedang DNA bagian pentosanya adalah dioksiribosa. DNA dan RNA memang sangat mirip termasuk dalam hal ciri-ciri fisik dan kimianya. DNA dan RNA sama-sama memiliki fungsi yang sangat esenslal bagi perkembangan dan fungsi kehidupan organisme hidup.

Perbedaan DNA dan RNA

DNA dan RNA adalah sama-sama merupakan asam nukleat dan nyaris serupa satu dengan yang lainnya karena kesamaan pada struktur dasarnya. Adapun perbedaan yang bisa diidentifikasi antara DNA dan RNA antara lain:

  • Gula pentosa pembentuk RNA adalah ribosa sedangkan pada RNA adalah dioksiribosa
  • DNA memiliki bentuk molekul berupa heliks ganda, sedangkan molekul RNA adalah rantai tunggal yang terlipat sehingga membentuk rantai ganda.
  • Gugus basa pada DNA adalah guanine, adenine, sitosin dan timin, sedangkan pada RNA tidak ditemukan adanya basa timin. Pada RNA hanya terdapat basa guanine, adenine, sitosin dan urasil.
  • Dari ukurannya, secara umum molekul DNA lebih panjang jika dibandingkan dengan molekul RNA.
  • Berdasarkan letaknya, DNA hanya terdapat di dalam kromosom yang berada di dalam inti sel. Sedangkan letak RNA bergantung pada jenisnya. tRNA terdapat di sitoplasma, rRNA di ribosom, dan mRNA terdapat di nukleus.

Berikut adalah penejelasan mengenai fungsi DNA dan RNA :

DNA

F Miescher adalah ilmuwan swiss yang pertama kali berhasil mengisolasi DNA pada tahun 1896. Saat itu ia menyebutnya sebagai nuklein, nama itu merujuk pada lokasi dimana ia menemukannya yaitu nukleus. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan di masa selanjutnya memberikan bukti yang menunjukkan bahwa

  1. DNA berfungsi sebagai materi genetik. Sifat pada materi DNA yang unik membuat para peneliti tertarik untuk lebih jauh meneliti tentang DNA. Para ahli bahkan kini dapat menggunakan DNA untuk membantu kinerja penegak hukum. DNA dari rambut, liur, darah ataupun sperma yang didapat ditempat kejadian perkara (TKP) dapat digunakan untuk membantu proses indentifikasi pelaku kriminal.
  2. DNA dibentuk dari dua unit biopolimer yang saling berjalinan dan memilin membentuk heliks-heliks ganda yang dikenal dengan sebutan polinukleotida. Tiap nukleotida penyusun polinukleotida DNA memiliki satu jenis basa nitrogen yang disebut nukleobasa.
  3. Ada beberapa jenis basa nitrogen atau nukleobasa yang menyusun nukleotida DNA, yaitu purin yang meliputi guanine dan adenina, serta pirimidin yang terdiri dari sitosina dan timina. Bersama sama dengan gula deoksiribosa dan gugus fosfat, nukleotida-nukleotida penyusun DNA ini saling berikatan antara gula penyusun nukleotida yang satu dengan gugus fosfat nukleotida yang lain menghasilkan suatu rangkaian yang selang seling.
  4. Menurut James Watson dan Francis Crick struktur DNA secara khusus tersusun dengan gula dan gugus fosfat sebagai rantai utama, basa nitrogen menjadi anak rantai yang memiliki pasangan tetap yaitu guanine berpasangan dengan sitosin yang diikat dengan tiga atom hidrogen, serta timin dengan adenin yang dihubungkan dengan dua atom hidrogen. Ikatan antar basa ini dapat memutus dan menggabung dengan relatif mudah, namun pasangan basa yang memiliki jumlah atom hidrogen lebih banyak cenderung lebih stabil.
  5. Peranan DNA adalah sebagai materi genetik. Setiap makhluk memiliki urutan basa yang spesifik di DNA-nya, ini lah yang membuat setiap makhluk memiliki karakteristik genetik yang berbeda. DNA memiliki fungsi replikasi yang merupakan proses pelipatgandaan DNA pada saat sel akan membelah diri. Replikasi ini dibutuhkan agar semua sel yang terbentuk memiliki sifat genetik yang sama. Proses replikasi ini membutuhkan bantuan dari enzim polimerase untuk membentuk rantai DNA yang baru.
  6. DNA juga memiliki fungsi heterokatalitik karena mampu mensintesis molekul lain. Melalui proses sintesis protein DNA memproduksi RNA sebagai salinan kodon DNA.

RNA

Sama seperti DNA, RNA juga tersusun dari rangkaian nukleotida. Masing-masing Nukleotida pembentuk RNA tersusun dari satu gugus basa, satu gugus gula ribosa dan satu gugus fosfat. RNA dibentuk dari jalinan antara ikatan selang seling gugus fosfat nukleotida satu dengan gugus gula nukleotida lainnya. Basa nitrogen pada RNA adalah aguanine, adenine, sitosin dan urasil. Tidak seperti DNA yang berbentuk heliks ganda, bentuk RNA adalah rantai tunggal yang menyerupai rantai ganda.

RNA terdiri atas beberapa tipe dan setiap tipe memiliki fungsi yang berbeda. Adapun tipe RNA adalah sebagi berikut:

1. mRNA atau messenger RNA (RNA kurir)

mRNA merupakan rantai nukleotida panjang berbentuk rantai tunggal. Panjang RNA ditentukan oleh banyaknya polipeptida yang menyusunnya. mRNa memiliki fungsi utama sebagai pembawa kode genetik DNA ke ribosom dan sitoplasma. RNA dapat dikatakan sebagai pola dalam pembentukan polipeptida.polipeptida adalah protein yang diproduksi oleh RNA dengan menggunakan asam amino. Setiap molekul mRNA akan membawa salinan kodon DNA yang ditranfer di sitoplasma menjadi polipeptida. Susunan polipeptida tersebut akan sesuai dengan urutan kodon yang dibawa oleh mRNA.

2. rRNA atau Ribosomal RNA

rRNA merupakan komponen utama dalam ribosom. Ribosom tersusun 60% dari rRNA dan 40% protein. rRNA terbagi kedalam dua subunit, yaitu subunit besar dan subunit kecil Subunit besar berperan sebagai ribozyne yaitu katalis dalam pembentukan peptida. Fungsi dari rRNA adalah untuk mensintesis protein. Ribosom akan mengubah kode genetik yang dibawa oleh tRNA menjadi protein. (baca : fungsi ribosom)

3. tRNA atau transfer RNA

Transfer RNA berada di sitoplasma namun sebenarnya dibentuk di inti sel. tRNA memiliki fungsi sebagai penerjemah kodon dari mRNA. Kodon adalah kode urutan basa nitrogen. tRNA akan menginterpretasikan informasi genetik berupa kodon yang dibawa oleh mRNA dengan mentranfer asam amino ke ribosom.

Baca juga artikel biologi lainnya :

Recent Posts

Pemupukan Anorganik dan Penjelasannya

Definisi dari pupuk ialah bahan yang dijadikan sebagai penambah pada sebuah media tanam untuk membantu…

5 years ago

Pemupukan Organik dan Penjelasannya

Pupuk berbahan organik menjadi satu-satunya input yang bisa diberikan ke dalam lahan sawah. Konsentrasi nutrisi…

5 years ago

Manfaat Penerapan Bioteknologi

Sebelum membahas tentang manfaat Bioteknologi, ada baiknya kita paham duluapa itu Bioteknologi. Secara umum Bioteknologi…

5 years ago

Dampak Red Tide Bagi Biota Laut

Definisi dari red tide merupakan kejadian yang terjadi secara alami pada air laut yang mengalami…

5 years ago

Dampak Red Tide Bagi Manusia

Definisi dari red tide ialah fenomena dimana ditemukan perkembangan jumlah fitoplankton yang sangat drastis berkali…

5 years ago

LGBT dari Sudut Pandang Biologi

Dr Roslan Yusni Hasan atau Ryu Hasan selaku pakar neurologi mengatakan, dalam menjawab mengenai LGBT…

5 years ago