Categories: Tumbuhan

Tumbuhan Kingdom Monera – Klasifikasi – Bentuk dan Penggolongan

Secara etimologi, kata monera berasal dari bahasa Yunani yaitu kata moneres yang artinya tunggal. Di sini berarti organisme memiliki sel yang tunggal. Pengelompokan tumbuhan kingdom monera merupakan organisme sempurna karena monera sudah dapat melakukan metabolisme makanan,membuang zat sisa,tumbuh dan bereproduksi. Kingdom ini bisa juga dikenal dengan bakteri. Pada umumnya sel bakteri ada yang tidak mengandung klorofil sehingga biasanya bergantung pada organisme lain baik sebagai parasit maupun saprofit. Anggota kingdom monera biasanya bersifat prokariotik yaitu inti sel tidak diselaputi membran.

Klasifikasi

Kingdom monera terdiri atas dua subkingdom,yaitu Archaebacteria dan Eucbacteria (bakteri). Perbedaan dari keduanya terletak pada komposisi RNA,ribosomnya dan peptidoglikan pada dinding selnya (Campbell,et al,2006: 322).

Berikut adalah penjelasan klasifikasi tumbuhan kingdom monera :

1. Archaebacteria – Merupakan kelompok bakteri yang pertama muncul di bumi dan disebuat bakteri purba (tarchae). Archaebacteria memiliki ciri hidup yaitu hidup hidup dalam kondisi lingkungan yang cukup ekstrim seperti kondisi panas (termofil) dan asam asidofil).

2. Metanogen – Penamaanya sesuai dengan metabolisme energinya yang khas yaitu H2 digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi metana (CH4). Metanogen merupakan Archae yang tergolong anaerob strict yakni tidak dapat mentolerir keberadaan oksigen. Maksudnya, archae dapat teracuni bila terdapat oksigen di sekitarnya. Habitatnya yaitu hidup di lumpur dan rawa tempat mikroorganisme lain yang telah menghabiskan semua oksigen. Adapun peran metanogen yakni sebagai pengurai terutama pada kotoran yang berasal dari sampah dan hewan. Metanogen mengolahnya menjadi metana yang merupakan bahan bakar. Peran lainnya yaitu pembentukan nutrisi di hewan-hewan karena ada beberapa spesies metanogen hidup di lingkungan anaerobik di dalam perut hewan yang memakan tumbuhan.

3. Halofil Ekstrim – Kelompok ini memiliki ciriciri makhluk hidup yaitu hidup di tempat-tempat yang memiliki salinitas tinggi karena kata halofil berasal dari dua kata halo artinya garam dan philos artinya pecinta. Hal ini berarti Archae halofil hidup di lingkungan yang kadar gramnya cukup tinggi. Misalnya di danau air asin dan di laut mati. Contoh dari Archae kelompok ini adalah Holobacterium salinarium. Pada suatu lautan yang dipenuhi halofil,akan membentuk suatu buih berwarna merah ungu yang dihasilkan oleh bakteriorhodopsin yang merupakan suatu pigmen menangkap energi cahaya yang tertanam dalam membran plasma.

4. Termofil Ekstrim – Jenis archae ini hidup pada suhu yang ekstrim panas. Ia dapat bertahan dalam lingkungan panas pada suhu optimum 60-80 derajat Celcius karena ia hidup dengan mengoksidasi sulfur. Contohnya,Sulfolobus yang menempati mata air panas sulfur.

5. Eucbacteria – Jenis subkingdom ini merupakan mikroorganisme yang memiliki ciri-ciri uniseluler mikroskopis,umumnya tidak berklorofil dan termasuk sel prokariotik. Eucbacteria dikenal sebagai bakteri yang dapat ditemukan diberbagai tempat baik itu di udara,air,makanan,tanah,tumbuhan hewan dan tumbuhan. Bakteri bersifat saprofit atau parasit, ada yang menguntungkan bagi manusia dan ada juga yang dapat menimbulkan penyakit baik bagi manusia, heawan maupun organisme lainnya. (baca : peran clostridium botulinium dalam kehidupan sehari hari)

Ukuran dan Bentuk Bakteri

Rata-rata ukurannya dengan diameter 1,25 µm. Bakteri yang terkecil,yakni Dialister pneumosintes,panjang tubuhnya 0,15-15 µm. Ukuran ini lebih besar dari virus. Bakteri sangat gesit bergerak pada kondisi lingkungan lembab yakni pada kelembapan 90%. Apabila kondisi kekurangan air atau kering maka pergerakan bakteri menjadi bahkan tidak aktif bahkan ada yang sampai mati. Sedangkan bentuk bakteri menurut Mclaren dan Rotundo (1990:242),bakteri dapat dikelompokkam ke dalam 3 kelompok yaitu:

1. Bentuk Bulat (Coccus)

Berdasarkan koloninya,terdiri atas:

  • Diplococcus,yaitu abakteri tergabung berpasangan dua-dua
  • Staphylococcus,yaitu bakteri berkelompok membentuk buah anggur
  • Streptococcus,yaitu bakteri yang membentuk rantai
  • Sarcina,yaitu,yaitu bakteri berkelompok membentuk kubus.
  • Bentuk Batang (Bacillus)

Berdasarkan koloninya,dibagi menjadi :

  • Diplobacillus,yaitu bakteri yang bergabung secara berpasangan
  • Streptobacillus,yaitu yaitu bakteri yang bergabung membentuk pita yang panjang
  • Bentuk Spiral (Spirillum)

Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi :

  • Spirillum,yaitu bakteri tunggal dengan flagela
  • Spirochete,yaitu bakteri tunggal tanpa flagela
  • Struktur Bakteri

Pada umumnya struktur bakteri sederhana yang tersusun atas membran plasma,dinding sel,dan sitoplasma.

a. Membran Plasma – Membran ini merupakan membran yang membatasi sitoplasma dan dinding sel serta tersusun atas lemak dan protein. Membran plasma memiliki banyak enzim yang terdapat dalam mitokondria sel eukariotik. Membran plasma ini membentuk tonjolan ke bagian dalam dan membentuk struktur multi membran yang disebut mesosom.

b. Dinding sel – membran sel,ia diselaputi oleh dinding sel yang mengandung karbohidrat, lemak, protein,f ossfor, garan anorganik, asam amino, dan asam diamino pimelik (ditemukan pada sel bakteri dan alga biru). Fungsi dinding sel yaitu melindungi dan memberi bentuk tubuh pada bakteri. Di bagian luar dinding sel diselaputi oleh lapisan lendir yang disebut kapsul. bila bakteri kapsul maka itu menunjukkan bakteri memiliki tingkat menimbulkan penyakit yang tinggi juga kapsul tersebut melindunginya dari racun organisme lain. Contoh bakteri berkapsul yaitu, Diplococcus pneumonia. Ada juga bakteri yang memfungsikan dinding selnya sebagai pelindung yaitu Escherichia coli,bentuk dindingnya seperti rambut lalu disebut pili. (baca : fungsi dinding sel pada tumbuhan)

c. Sitoplasma – Bagian dalam membran plasma terdapat sitoplasma yang tidak mengandung organel, seperti retikulum endoplasma, badan Golgi, mitokondria, lisosom, dan sentriol. Bakteri yang memiliki organel adalah ribosom bebas. Pada sitoplasma bagian dalam terdapat juga materi genetik yaitu DNA dan RNA. Gerak Bakteri Umumnya,bakteri bergerak dengan flagel yang tersusun oleh protein flagen. Namun ada bakteri yang tidak memiliki flagen,ia bergerak dengan cara berguling. Bakteri ini disebut atrik.

Berdasarkan jumlah dan letak flagelnya,bakteri terdiri atas:

  • Monotrik,yaitu bakteri yang memiliki sebuah flagel di salah satu ujungnya
  • Lopotrik,yaitu bakteru yang di salah satu ujungnya memiliki lebih dari satu flagel
  • Amfitrik,yaitu bakteri yang kedua ujungnya erdapat satu buah flagel atau lebih
  • Peritrik,bakteri yang memiliki flagel di seluruh permukaan tubuhnya.

Pada beberapa jenis bakteri terdapat tonjolan yang dinamakan pili (fimbriae) yang berfungsi melekatkan diri pada permukaan benda padat dan untuk meneruskan DNA sel lain. Di dalam media cair, bakteri bergerak dengan cara bergoyang, memutar, bergetar, dan gerakan melambung. Gerakan ini disebut gerak Brown.

Penggolongan Bakteri

 Berdasarkan cara memperoleh nutrisi,bakteri dikelompokkan menjadi:

1. Bakteri Heterotrof – Bakteri ini adalah bakteri yang membutuhkan sumber karbon dari senyawa organik atau bakteri yang tidak mampu membuat makanan sendiri.

2. Bakteri parasit – Bakteri yang mengambil nutrisi pada inangnya yang ditempati hidup. Bakteri ini biasanya menyerang manusia sehingga menimbulkan penyakit tifus. Contoh bakteri parasit adalah Rickettsiae.

3. Bakteri Saprofit – Bakteri ini merupakan bakteri yang mengambil nutrisi berupa zat organik dan organisme mati atau organisme yang telah mengalami penguraian (membusuk).

4. Bakteri Patogen – Jenis bakteri ini merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit sehingga ia sifatnya parasit dan sangat merugikan makhluk hidup.

5. Bakteri Autotrof – Definisi bakteri autotrof adalah bakteri yang mampu mengubah bahan anorganik menjadi organik atau mampu membuat makanan sendiri. Dalam membuat makanan,bakteri membutuhkan energi berupa dari cahaya yang disebut fotoautotrof dan energi dari senyawa anorganik yang disebut kemoautotrof. Adapun contoh bakteri fotoautotrof adalah Cyanobacteria yang dikenal dengan alga hijau biru (Cyanophyta). Cyanobacteria tergolong ke dalam kingdom plantae karena mampu berfotosintesis lalu ia juga dapat digolongkan ke dalam kingdom monera karena memiliki struktur sel prokariotik,seperti yang dimiliki bakteri lain. Klorofil pada Cyanobacteria tidak terdapat dalam kloroplas namun terdistribusi dalam pigmen-pigmen lain di sitoplasma. Adapun dalam siklus hidupnya,Cyanobacteria berkembang biak dengan pembelahan biner,fragmentasi,pertunasan,dan pembelahan ganda.

Peranan Cyanobacteria bagi organisme lain karena ia mampu mengikat nitrogen dari udara untuk pembentukan protein pada tubuhnya sehingga ia menjadi sumber protein dan dapat menyuburkan lahan pertanian.

Di bawah ini ada beberapa genus Cyanobacteria,yaitu:

  • Nostoc – Bakteri ini berbentuk koloni bola berlendir yang saling menempel sehingga membentuk filamen lingkaran tunggal seperti rantai kalung.
  • Anaebaena – Bentuknya menyerupai nostoc dan memiliki persaman dalam bentuk sel dan filamen. Perbedaannya anaebaena hidup bersimbiosis dengan akar tumbuhan lain. Anaebaena dapat mengubah nitrogen menjadi senyawa anorganik yang dapat dijadikan sumber nitrogen bagi kehidupan. 
  • Gloeocaspa – Merupakan Cyanobacteria yang paling primitif. Gloeocaspa dapat ditemukan pada bebatuan yang basah dan pada pot tanaman. Selnya berbentuk bulat sampai oval dengan warna hijau dan biru yang tersebar di sekitar dinding sel.
  • Oscillatoria – Jenis Cyanobacteria ini berbentuk filamen dengan bentuk menyempit dan tersusun oleh sel yang berbentuk cawan. Apabila dalam filamen ada sel yang mati,maka salah satu sel dari salah satu sisi membentuk tonjolan untuk mengisi sel yang mati. Hal inilah yang disebut sel konkaf. Oscillatoria banyak ditemukan di kolam dan di danau.
  • Rivularia – Rivularia ini berbentuk cambuk. Sel-sel pada bagian pangkal ganggang lebih besar daripada sel-sel ujungnya. Sel pertama pada pangkal benang merupakan heterokista yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. 

6. Bakteri aerob – yaitu bakteri yang membutuhkan oksigen untuk melangsungkan aktivitas hidupnya

7. Bakteri anaerob – yaitu bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk melangsungkan hidupnya
Reproduksi Bakteri

8. Reproduksi bakteri – yakni bakteri dapat memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Secara seksual,terjadi rekombinasi kromosom atau gen tanpa didahului pembentukan zigot. Hal ini dinamakan paraseksual. Rekombinasi pada para seksual dapat terjadi secara transformasi,transduksi dan konjugasi.

9. Transformasi – Yaitu pemindahan sebagian DNA dari sel bakteri yang satu ke sel bakteri lain lalu melalui pili dan DNA yang baru kemudian bergabung membenyuk rekombinasi

10. Transduksi – Merupakan pemindahan sebagian DNA dari satu bakteri ke bakteri lain dengan menggunakan virus untuk memindahkannya sehingga menjadi rekombinasi baru.

11. Konjugasi – Konjugasi adalah penggabungan DNA dari yang bersifat jantan (+) ke bakteri yang bersifat betina (-). Pemindahan genetik ini melalui pili,yang berfungsi menempelkan pada bakteri yang menjadi penerima. Secara aseksual dengan pembelahan biner yakni setiap bakteri membelah menjadi dua. Pembelahan ini dapat terjadi setiap 20 menit bila kondisi lingkungan baik. Sel anak tersusun sama dengan sel induk.

Peran Kingdom Monera bagi Kehidupan

Bakteri memiliki peran penting bagi kehidupan. ada beberapa yang menguntungkan namun ada juga yang merugikan terutama dalam kehidupan manusia.

1. Monera yang Menguntungkan

Di bawah ini beberapa dari kingdom yang bersifat menguntungkan yaitu:

  • Archaebacteria dari kelompok metanogen yang berperan menguraikan kotoran pada sampah dan hewan sehingga dapat dijadikan bahan bakar.
  • Bakteri pembusuk sampah organik sehingga mudah diuraikan. Bakteri pembusuk ini antara lain, Pseudomonas, Xantomonas, Flavobacterium dan Streptomyces
  • Bakteri nitrifikasi,yaitu bakteri yang mampu mengubah amonium menjadi nitrat. Bakteri ini berfungsi menyuburkan tanah. Contoh bakteri nitrifikasi anatara lain, Nitro somonas,Nitrobacter,dan
  • Bakteri Rhizobium,yaitu bakteri yang berperan mengikat nitrogen yang dibutuhkan tanaman karena ia hidup bersimbiosis dengan tumbuhan terutama polong-polongan dengan cara menginfeksi bulu akar dan memperbanyak diri sehingga terbentuk bintil. Bintil inilah yang mengikar unsur nitrogen yang akan diberikan ke tubuh tumbuhan.
  • Bakteri Azotobacter,yaitu bakteri yang berperan mengikat nitrogen tanpa bersimbiosis dengan tanaman tinggi
  • Bakteri Streptomyces griceus,yaitu bakteri yang berperan membentuk antibiotik streptomisin
  • Bakteri Escherichia coli,yaitu bakteri yang berperan membusukkan sisa makanan dan membentuk vitamin K dan Vitamin B12 yang ada di sistem ekskresi dalam usus besar (kolon)
  • Bakteri yang berperan dalam pembuatan makanan dan bidang industri,diantaranya sebagai berikut
  • Bakteri stretococcus termophlus dan Lactobacillus bulgaricus yang berperan dalam pembuatan yoghurt
  • Bakteri Streptococcus sp. dan Propionibacterium skermanisi yang berperan dalam pembuatan keju
  • Bakteri Pseudomonas sp.yang berperan dalam pembuatan vitamin B
  • Bakteri streptococcus lactis yang berperan dalam pembuatan kefir
  • Bakteri Acetobacter sp.yang berperan dalam pembuatan asam asetat
  • Bakteri Candida krussei yang berperan dalam pembuatan cokelat
  • Bakteri Acetobacter xylinum yang berperan dalam pembuatan nata de coco

2. Monera yang Merugikan

Bakteri juga merugikan bagi kehidupan atau ke organisme lain yaitu  Seorang ahli bakteri berkebangsaan Jerman bernama Robert Koch (1834-1910) yang pertama kali membuktikan bahwa bakteri dapat menyebabkan penyakit.

Di bawah ini beberapa bakteri yang merugikan :

a. Bakteri yang menimbulkan penyakit

  • Clostridium tetani,bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus
  • Corynebacterium dipteri,bakteri yang menyebabkan dipteri
  • Staphylococcus aereus,bakteri yang menyerang saluran alat alat pernapasan
  • Streptococcus pyogenes,bakteri yang menyebabkan sistem pernapasan
  • Micrococcus gonorrhea,bakteri yang menyebabkan penyakit kelamin
  • Diplococcus pneumoniae,bakteri yang menyerang paru-paru
  • Klebsiella pneumoniae,bakteri yang menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan dan paru-paru
  • Salmonella typhosa,bakteri yang menyebabkan penyakit tifus
  • Shigella shigae,bakteri yang menyebabkan disentri
  • Brucella abortus,bakteri yang menyebabkan abortus
  • Pasteurella pestis, yang menyebabkan penyakit pes
  • Hemophylus influenza,bakteri yang menimbulkan influenza

b. Bakteri yang menimbulkan pembusukan

  • Flavobacterium dan Archomobacter,yakni bakteri yang membusukkan telur
  • Lactobacillus,bakteri yang menimbulkan pembusukan pada syur-sayuran,buah-buahan dan umbi-umbian
  • Staphylococcus dan Achromobacter,bakteri yang menimbulkan pembusukan pada daging dan ikan

c. Bakteri yang merusak makanan

  • Clostridium botulinum,yaitu bakteri yang menghasilkan racun pada makanan kemasan
  • seudomonas cocovenenans ,bakteri yang menghasilkan racun pada tempe bongkrek. Tempe bongkrek adalah tempe yang terbuat dari ampas kelapa,jika kebersihannya kurang maka bisa terjangkit bakteri Pseudomonas yang menghasilkan aflatoksin.

Baca juga artikel biologi lainnya :

Recent Posts

Pemupukan Anorganik dan Penjelasannya

Definisi dari pupuk ialah bahan yang dijadikan sebagai penambah pada sebuah media tanam untuk membantu…

5 years ago

Pemupukan Organik dan Penjelasannya

Pupuk berbahan organik menjadi satu-satunya input yang bisa diberikan ke dalam lahan sawah. Konsentrasi nutrisi…

5 years ago

Manfaat Penerapan Bioteknologi

Sebelum membahas tentang manfaat Bioteknologi, ada baiknya kita paham duluapa itu Bioteknologi. Secara umum Bioteknologi…

5 years ago

Dampak Red Tide Bagi Biota Laut

Definisi dari red tide merupakan kejadian yang terjadi secara alami pada air laut yang mengalami…

5 years ago

Dampak Red Tide Bagi Manusia

Definisi dari red tide ialah fenomena dimana ditemukan perkembangan jumlah fitoplankton yang sangat drastis berkali…

5 years ago

LGBT dari Sudut Pandang Biologi

Dr Roslan Yusni Hasan atau Ryu Hasan selaku pakar neurologi mengatakan, dalam menjawab mengenai LGBT…

5 years ago