Sponsors Link

Angipstensinogen dan Angiostensin : Cara Kerja dan Fungsinya

Angiotensin merupakan dari sistem RAA (renin-angiotensin-aldosteron), dan merupakan bagian stimulan bagi sekresi hormon aldesteron dari adrenal korteks. Angiotensin adalah sebuah dipsogen dan hormon oligopeptida di dalam serum darah yang menyebabkan pembuluh darah mengkerut hingga menyebabkan kenaikan tekanan darah.

Angiotensin merupakan enzim yang dapat dibagi menjadi : angiotensin 1(enzim yang mempunyai sifat vasokonstriktor ringan tapi dapat bertahan lama dalam  komponen darah), angiotensin II (enzim yang mempunyai sifat vasokonstriktor kuat tapi hanya 1-2 menit dalam darah karena diinaktivasi angiotensinase).

Prekursor angiotensin adalah angiotensinogen yang disekresi oleh hati, yang akan berubah menjadi angiotensin I dan oleh enzim “Angiotensin Convertizing Enzim” akan diubah menjadi Angiotensi II. Angiotensinogen atau biasa dikenal dengan substrat renin adalah asam amino berupa globulin a2 yang disekresikan kedalam sirkulasi darah dan diproduksi terus menerus oleh hati.

Walaupun bukan merupakan inhibitor seperti serpin yang lain namun Angiotensinogen termasuk golongan protein serpin. Angiotensinogen yaitu pengubah renin menjadi angiotensin 1. Rantai peptida sepanjang 452 asam amino yang dimiliki Angiotensinogen pada manusia. 12 asam amino yang pertama merupakan gugus yang terpenting.

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang fungsi serta cara kerja hormon angiotensinogen dan angiotensin, langsung saja kita simak uraian berikut ini :

Fungsi Angipstensinogen dan Angiostensin

Berikut ini terdapat beberapa fungsi dari angipstensinogen dan angiostensin, antara lain :

  • Konstriksi arteriol eferen ginjal yang menyebabkan tekanan perfusi meningkat pada glomeruli dan penyempitan pembuluh darah / vasokonstriksi yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan hipertensi yang terjadi akibat meningkatnya efek saraf simpatis.
  • Renovasi ventrikel jantung, yang dapat menyebabkan hipertrofi ventrikel dan CHF rangsangan dari korteks adrenal untuk melepaskan aldosteron, yaitu hormon manusia yang bekerja pada tubulus ginjal untuk mempertahankan ion natrium dan klorida dan mengekskresikan kalium. Masuknya air ke dalam pembuluh darah sehingga air juga dipertahankan itu terjadi jika natrium reabsorpsi, yang menyebabkan volume darah meningkat, maka tekanan darahpun akan meningkat stimulasi hipofisis posterior untuk melepaskan vasopresin juga dikenal sebagai anti-diuretik hormon (ADH)) yang juga bekerja pada ginjal untuk meningkatkan reabsorbsi air.

Cara Kerja Angipstensinogen dan Angiostensin

Berikut ini terdapat beberapa cara kerja dari angipstensinogen dan angiostensin, antara lain :

  • Penurunan tekanan darah di glomerulus yang disebabkan oleh penurunan volume darah (hipotensi/renal artery stenosis).
  • Stimulasi sel juxtaglomerular oleh saraf simpatis.
  • penurunan konsentrasi osmotic cairan tubular di macula densa. (penurunan kadar sodium).

Ketiga proses diatas dapat merangsang sel-sel jukstaglomerular di ginjal untuk melepaskan enzim renin, kemudian renin ini akan bersirkulasi ke seluruh tubuh yang kemudian akan bertemu dengan angiotensinogen yang diproduksi di hati untuk melepaskan enzim angiotensin I.  Angiotensin I akan berubah menjadi Angiotensin II setelah diubah oleh Angiotensin Converting Enzim (ACE) yang dihasilkan oleh endotelium pembuluh paru. Angiotensin II dapat menyebabkan beberapa efek diantaranya :

  • Vasokontriksi diseluruh tubuh terutama di arteriol yang akan meningkatkan tahanan perifer total sehingga terjadi peningkatan tekanan arteri.
  • Meningkatkan volume ekstra sel yang menyebabkan peningkatan tekanan arteri juga menurunkan eksresi garam dan air.
  • Merangsang sekresi aldosteron di kalenjar adrenal yang kemudian meningkatkan reabsorpsi garam dan air oleh tubulus ginjal.
  • Merangsang central nervous system untuk menjadi haus sehingga kelenjar pituitary posterior mengeluarkan hormon vasopresin (ADH) yang akan menstimulasi reabsorpsi air di ductus collectivus dan peningkatan tonus simpatis, meningkatkan cardiac output.

Melalui enzim natriuretic peptides (BNP dan ANP) yang dihasilkan oleh jantung merupakan sistem ini juga dapat diaktifkan oleh mekanisme lain. Itulah penjelasan tentang angiotensin dan angiotensinogen, keduanya memiliki cara kerja yang saling berhubungan satu sama lain.

Sekian artikel kali ini, semoga artikel yang saya bagikan bermanfaat dan menjadi sumber referensi anda juga dapat menambah wawasan kita. Selamat membaca dan sampai jumpa lagi di lain artikel. Semoga bisa membawa banyak manfaat bagi anda semua. Salam hangat dari penulis.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Manusia