Sponsors Link

Efek Samping Terapi Biologis Untuk Kanker Pada Tubuh Penderita

Seperti yang sudah kita ketahui bersama sobat, kanker merupakan salah satu penyakit yang paling menakutkan bagi setiap orang. Bukan tidak beralsan, namun karena penyakit yang satu ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Penyakit yang satu ini tidak mengenal usia, jenis kelamin, suku, rasa tau apapun itu.

Penyakit kanker ini pada umumnya terjadi oleh karena buruknya gaya hidup dan lingkungan sekitar si penderita. Dan tidak tanggung –  tanggung sobat, sudah ada begitu banyak orang yang terengunt nyawanya oleh karen menderita penyakit yang satu ini, karena memang sampai dengan sekarang belum ditemukan obat untuk menyembuhakn sel kanaker tersebut. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk menjaga kesehatan dan mengatur pola hidup sehat ya sobat.

Pada umumnya, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh mereka yang mengidap kanker tersebut adalah dengan cara terapi biologis. Terapi biologi ini merupakan terapi alternative yang aman, bermanfaat, logis secara pemikiran, mudah dilaksanakan dan juga berdasarkan penelitian ilmiah. Dalam hal pengobatan kanker, terapi biologis ini memiliki beberapa tujuan, antara lain adalah sebagai berikut :

  • Bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh (sistem imun)
  • Memperlambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh
  • Mengurangi rasa nyeri akibat kanker tersebut
  • Serta memperbaiki fungsi utama tubuh.

Itulah sobat fungsi atau peranan penting terapi biologis tersebut terhadap mereka yang mengdap kanker. Namun sobat, meski demikian bukan berarti terapi biologi tidak mempunyai efek samping terhadap tubuh penderita itu sendiri. Adapun efek samping trerapi biologi untuk kanker pada tubuh penderita antara lain adalah sebagai berikut :

1. Mual yang Berlebihan

Yang pertama adalah pasien akan merasakan mual yang berlebihan. Salah satu efek samping yang sering dialami oleh mereka yang menjalani terapi bilogi kanker adalah merasa mua yang berlebihan. Meski dokter sudah memberikan obat anti mual, namun tetapa saja hal tersebut tidak serta merta membuat pasien hilang mualnya. Selain karena faktor terapi itu sendiri, faktor konsumsi makanan juga menjadi salah satu penyebab terjadinya mual tang berlebihan tersebut.

2. Ganguan Pendengaran

Yang kedua adalah pasien akan mengalami gangguan pendengaran. Efek gangguan pendengaran ini terjadi pada mereka yang menjalani terapi biologi dan mengonsumsi obat –  obatan berkelas platinum. Obat –  obatan tersebut memang berfungsi untuk menghambat pertumbuahn sel kanker dalam tubuh, namun akan merusak sel –  sel rambut dibagian telinga bagian dalam sehingga akan berdampak pada ganguan pendengaran saat adanya gelombang suara, sehingga dengan kata lain, tidak berfungsi sebagaimana biasanya.

3. Gairan Seks Menurun

Yang ketiga adalah menyebabkan gairah seks penderitanya akan menurun. Hal seperti ini terjadi oleh karena pengaruh radiasi pada saat melakukan terapi biologis tersebut yang tentunya mempengaruhi saraf, pembuluh darah dan juga hormon yang seyogianya mengontrol fungsi seksual pada wanita maupun pria.  Selain itu, pada saat terapi, maka pasien juga akan merasa kelelahan, depresi , kesakitan, kecemasan sehingga tentunya akan berpengaruh pada gairah seksual penderita kanker tersebut.

4. Diare

Yang keempat adalah pasien akan mengalami diare. Obat terapi yang memiliki dosis yang cukup tinggi untuk menekan pertumbuhan sel kanker pada tubuh pasien, maka hal ini sering menimbulkan penderita yang mengonsumsinya menjadi diare. Selain diare tersebut, kemungkinan dehidrasi juga akan berpotensi besar dialami penderita tersebut. Untuk menyiasatinya dokter sering menganjurkan mengonsumsi makanan  yang bisa mengurangi diare.


Memang kesehatan adalah hal yang paaling berharga dalam tubuh kita ya sobat, oleh karenanya kita patut untuk menjaga dan merawatnya sejak dini. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat bagi anda yang sudah berkunjung dan juga meluangkan waktu untuk membaca ulasan di atas. Sampai jumpa di lain kesempatan dan salam hangat dari penulis.

, , , , ,




Oleh :
Kategori : Manusia