Sponsors Link

Hormon Kortikosteroid : Penjelasan dan Fungsinya

Hello sobat semua yang selalu penulis rindukan, kembali lagi bertemu dengan penuli nih sobat yang selalu senantiasa  memberikan ulasan yang menarik dan juga tentunya bermanfaat buta sobat semua. Selain itu, penulis juga tetap setia menemani waktu luang anda bersama keluarga tercinta anda ya sobat.

Pada pembahasan kali ini sobat, kita masih akan berbicara mengenai hormon yang ada dalam tubuh kita, namun tentunya berbeda dari hormon yang sebelumnya kita bahas. Oke osbat semua, adapun jenis hormon yang akan kita bahas pada postingan kali ini yakni mengenai hormon kortikosteroid.

Apakah sobat semua pernah mendengar jenis hormon yang satu ini sobat? Jika belum ada baiknya langsung merapat yuk sobat dengan penulis, karena penulis akan menjelaskannya secara jelas buat anda. Yuk sobat, langsung saja kita simak ulasan berikut ini dengan seksama. Check It Out!

Adapun yang dimaksud dengan hormon kortikosteroid adalah golongan hormon steroid yang di produksi oelh korteks adrenal. Hormon kortikosteroid ini sendiri terlibat dalam siistem fisiologis seperti respon stress, respon kekebalan tubuh, serta pengaturan inflamasi dalam tubuh manusia, metabolisme karbohidrat, katabolisme ptotein, kadar elektrolit datah serta perilaku seseorang.

Atau dengan kata lain hormon kortikosteroid ini merupakan jenis hormone senyawa regulator seluruh sistem homoestasis tubuh organisme aagar dapt bertahan menghadapi perubahan lingkungan serta berbagai infeksi yang ada di dalamnya. Hormon kortikosteroid ini sendiri terdiri dari dua jenis sub, yakni jenis hormon glukorkotikoid dan juga hormon jenis mineralokortikoid.

Kedua jenis hormon oni memiliki pengarung yang sangat luas, seperti berpengaruh pada perubahan lintasan metabolisme karbohidrat, protein dan lipid, serta modulasi keseimbangan antara air dan cairan elektrolit tubuh , serta berdampak pada seluruh sistem tubuh seperti sistem kardiovaskular, saraf, kekebalan tubuh, dan fetal termasuk juga mempengaruhi perkembangan dan kematangan paru pada  masa janin.

Adapun beberapa fungsi dari hormon kortikosteroid tersebut antara lain adalaha sebagai berikut :

  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk meningkatkan kadar glukosa dalam darah.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk merangsang perombakan senyawa non karbohidrat ( protein dan lemak ) menjadi glukosa.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk  mempertahanan sistem pmebuluh darah dalam tubuh.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk mempercepat impuls saraf.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan siistem sarafa dan indra apda janin.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk mengubah protein menjadi senyawa lain yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Pada jarinagn otot sobat, hormon kortikosteroid ini dengan konsentrasi yang seimbang, diperluakn oleh tubuh bagi metabolisme pemeliharaan. Berubahnya kesembangan tersebut dapat menyebabkan berbagai kelainan, misalnya saja peningkatan aldosteron yang dapat menyebabkan simtoma hypokalemia yang dapat menyebabkan otot menjadi tidak bertenaga atau hilang keseimbangan dan kekuatan, sedangkan kadar glukorkotikoid yang ada di dalamnya dan yang tinggi akan menyebabkan degrasi otot melalui lintasan katabilosme protein.

Hormon kortikosteroid ini juga berdampak pada sistem saraf secara tidak langsung dalam banyak hal. Adanya peningkatan eksibilitas otak pada simtoma hiperkortisme yang disebabakn oleh ketidakseimbangan elektrolit dari apda perubahan konsentrasi sodium.

[AdSense

Sekian informasi yang bisa penulis sajikan buat sobat semua pada kesempatan kali ini mengenai hormon kortikosteroid. Semoga artikel ini bisa membantu dan banyak membawa manfaat bagi sobat semua yang membacanya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih sudah berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca artikel kali ini. Jangan lupa untuk update terus perkembangan artikel – artikel terbaru berikutnya. Salam hangat selalu dari penulis.

, , , , ,




Oleh :
Kategori : Manusia
Search

Our Sponsors