Sponsors Link

Sistem Pernapasan Pada Manusia : Pengertian, Jenis dan Fungsi

Bernapas merupakan suatu aktivitas yang selalu kita lakukan, entah di sadari maupun tidak. Kegiatan ini sudah biasa kita mulai, sejak masih berumur 0 tahun. Berbahaya jika sampai anda masih hidup, namun tidak bernapas. Mungkin yang di pertanyakan adalah ‘anda manusia atau bukan’? Perihal bernapas, bukan hanya manusia saja yang memerlukannya. Baik hewan maupun tumbuhan juga bernapas. Apakah anda percaya? Tentu saja harus. Karena hewan dan tumbuhan juga sama sama memerlukan oksigen untuk memenuhi kehidupannya. Hewan perlu bernapas untuk bisa bergerak, menghasilkan energi, dan lain sebagainya. sedangkan tumbuhan perlu bernapas untuk bisa melalakukan proses fotosintesis, agar bisa tumbuh semakin besar dan semakin tinggi.

Kegiatan bernapas dari alat alat pernafasan yang akan di mulai dari hidung. Caranya adalah kita menghirup udara, yang mana mengandung oksigen. Kemudian masuk ke dalam tubuh, dan di proses di dalamnya. Setelah selesai akan keluar dalam bentuk karbon dioksida dan uap air. Bagaimana bisa tahu? Proses ini sudah di teliti para ilmuan sejak bertahun tahun lalu. Jika anda tidak percaya, silahkan bisa di buktikan dengan cara yang sederhana.

Percobaan bahwa manusia bernapas

Ini akan membuktikan bahwa semua manusia yang ada di dunia bernapas. Dalam sekali tarikan dan hembusan napas, manusia akan memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dalam tubuhnya. Bisa di buktikan dengan cara berikut ini.

  1. Setelah bangun tidur, cobalah mengambil kaca. Dekatkan di hidung anda.
  2. Mulailah untuk mengambil napas. Lalu buanglah, tepat di atas kaca yang anda ambil dan di letakkan di hidung tadi
  3. Apakah yang akan terjadi?
  4. Kaca menjadi buram. Juga ada uap air di atasnya.

Apakah tanda dari hal ini?

Ini menjadi bukti bahwa anda menghirup oksigen. Untuk apa? Berguna sebagai bahan yang membantu pembakaran yang ada di dalam tubuh. Karena energi yang anda dapatkan tidak bisa di olah langung menjadi energi, yang mana bisa di gunakan untuk beraktivitas. Bahan bahan yang ada tadi harus di bakar, dengan bantuan oksigen. Sama seperti ketika anda membakar kertas, plastik, dan lain sebagainya. pembakaran yang di lakukan oleh tubuh juga akan meninggalkan sisa. Lalu apa sisa dari hasil pembakaran ini? Karbon dioksida dan juga uap air.

Yang membuat kaca anda buram dan lembab tadi adalah karbon dioksida dan uap air. Ke dua zat ini berperan sebagai hasil dari pembakaran yang sudah di lakukan oleh tubuh. Karena sudah tidak di gunakan lagi, maka di keluarkan melalui hidung.

Pentingnya bernafas bagi manusia

Bernapas merupakan suatu aktivitas yang mutlak harus di lakukan. Mengingat pentingnya bernapas, maka bagi pasien yang sedang sakit pernapasan juga di upayakan untuk tetap bernapas. Jika tidak bisa? Bukan berarti mereka yang sudah tidak bisa bernapas di sebut mati. Pihak medis akan berupaya untuk tetap membuat mereka bertahan.

Seperti halnya ketika orang yang sedang koma. Kadang kala mereka lupa caranya bernapas. Tapi semua organnya masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Hanya saja keadaannya tidak memunkinkan ia bisa kembali aktiv dan belum bisa beraktivitas. Biasanya pihak medis akan memasang tabung oksigen, agar menjaga pasien tetap bernapas.

  • Membantu pembakaran energi yang ada di dalam tubuh.
  • Berguna untuk membantu beraktivitas
  • Menjaga tubuh agar tetap awet
  • Makanan bagi otak
  • Bahan penting agar manusia tetap bisa hidup

Banyaknya kepentingan untuk bernapas, maka masalah pernapasan tidak bisa di anggap sepele. Tanpa bernapas, manusia tidak akan  bisa hidup. Oleh sebab itu jangan biarkan anda kesulitan bernapas. Jika memang ada yang mengganggu sistem pernapasan anda, segeralah melakukan pemerikasaan ke dokter.

Betapa kompleksnya masalah pernapasan, maka tidak bisa di anggap enteng. Ada banyak sekali pendukung yang membantu seseorang untuk bernapas. Alat ini memang terlihat sederhana, tapi manfaatnya luar biasa. Tanpa adanya kelengkapan alat alat ini, manusia tidak bisa bernapas dengan enak, nyaman, dan sempurna. Apa sajakah sistem pernapasan pada manusia? . Berikut adalah penjelasannya :

Hidung atau Cavum Nasalis

Udara yang mengandung oksigen akan melewati hidung, sebagai pintu masuk utama pernapasan. Memang, apakah ada pintu samping pernapasan? Tentu saja ada. Yakni melalui mulut. Namun pernapasan ini hanya akan di gunakan ketika hidung tidak bisa berfungsi secara sempurna. Misal ketika manusia sedang pilek, yang mana hidung kiri dan kanan tidak bisa di gunakan untuk bernapas.

Hidung manusia di gunakan sebagai alat pernapasan utama, sekaligus masuk ke dalam 5 panca indera yang penting. Dengan adana hidung juga berguna sebagai sistem pembau. Baik untuk membaui makanan, aroma, wangi, dan lain sebagainya.

Bagian bagian hidung 

Berikut adalah beberapa bagian-bagian hidung manusia :

1. Bulu hidung

Meski kadang kala orang lupa bahwa ada bagian yang penting di dalam hidung. Yakni berupa bulu hidung. Gunanya adalah untuk menyaring udara yang masuk ke dalam hidung. Jika udara tadi bersih, bisa langsung ke saluran selanjutnya. Namun jika udara yang di saring ternyata kotor, maka akan di saring melalui bulu hidung. Biasanya kotor karena adanya polusi, kotoran atau debu yang bercampur menjadi satu. Setelah di saring oleh bulu hidung, udara yang tadinya kotor menjadi bersih. Baru bisa masuk ke saluran selanjutnya. Lalu bagaimana dengan kotoran yang di hasilkan dari udara kotor tadi? Akan mengendap menjadi satu, lalu menjadi upil. Setelah upil ini membesar, jari jemari anda bisa mengambil dan membuangnya.

Sistem Syaraf

Merupakan bagian yang penting juga dalam hidung. Guna sistem syaraf ini adalah membantu merangsang bagian bagian otak yang di kirimkan sinyalnya dari hidung. Misalnya ketika ada bakteri jahat yang berusaha masuk ke dalam tubuh. Maka syaraf akan merangsangnya sebagai bahaya. Lalu memerintah otak untuk bersin. Setelah manusia bersin, bakteri jahat tadi bisa keluar dari tubuh manusia.

Selain itu, syaraf ini juga akan mengirimkan informasi dari rangsangan yang di dapat dari dunia luar. Apabila merasa membaui sesuatu, maka ia akan memberikan kode pada otak bahwa ini bau wangi, atau bau busuk, atau bau yang lainnya.

Tekak atau Faring

Di kenal sebagai persimpangan jalan, yakni penghubung antara hidung dengan tenggorokan (untuk saluran pernapasan) serta penghubung antara mulut dengan kerongkongan atau oeseophagus (untuk saluran pencernaan). Di sebelah belakang tepat faring, terdapat laring yang biasanya di sebut dengan pangkal tenggorokan.

Bagian bagian faring 

  1. Laring atau pangkal tenggorok – Pada bagian laring inilah terdapat pita suara, yang bisa mengeluarkan bunyi dan suara. Dengan bantuan organ inilah kita semua bisa berbicara dan berkomunikasi dengan satu sama lain.
  2. Epiglotis atau katup pangkal tenggorok – Merupakan organ yang letaknya berada di dekat laring. Meskipun bukan organ yang besar, namun keberadaan organ ini sangat di perlukan. Epiglotis di sebut pula dengan katup pangkal tenggorokan. Fungsi katup pangkal tenggorokan ini adalah menutupi laring ketika sedang makan. Sehingga makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan yang nanti berujung pada paru paru. Sebaliknya keika kita bernapas, epiglotis akan membuka. Hal ini akan membantu udara untuk masuk ke dalam laring. Setelah itu akan berjalan sampai ke tenggorokan atau trakea.

Tenggorokan atau Trachea

Merupakan salah satu organ yang letaknya berada di leher kita. bentuknya seperti pipa yang memanjang. Jika di ukur, panjang dari batang tenggorokan ini bisa mencapai lebih dari 10 cm. tergantung pula struktur leher seseorang. Tenggorokan atau trakea ini memiliki cabang di ujungnya yang membentuk bronkus.

Tenggorokan sendiri memiliki 3 lapisan berbeda, yakni :

  • Lapisan luar – karena letaknya berada di bagian paling luar, makanya di namakan dengan lapisan luar. Pada lapisan ini terdapat jaringan ikat.
  • Lapisan tengah – Letaknya yang berada di tengah, sehingga di namakan dengan lapisan tengah. Pada bagian ini terdapat otot polos. Selain itu juga terdapat pula cincin tulang rawan yang mana tersusun atas 16 ruas sampai dengan 20 ruas cincin, bentuknya mirip dengan huruf C. Sehingga, pada bagian belakang cincin tulang rawan ini tidak tersambung antara satu sama lain. Fungsi dari tulang ini adalah membantu mempertahankan trakea agar tetap dalam kondisi terbuka.
  • Lapisan dalam – Di sebut dengan lapisan dalam karena letaknya berada di barisan paling dalam. Pada bagian ini terdapat banyak jaringan epitelium yang bersilia. Hal ini membuat lapisan dalam terkesan lengket karena banyak lendir. Fungsi dari lendir ini sebenarnya untuk menangkap debu dan kotoran yang berhasil masuk ke dalam tubuh saat menghirup udara. bahkan jika sampai ada mikroorganisme yang bisa berhasil masuk, akan terperangkap di sini juga. Kemudian mikro organisme tadi akan di dorong oleh silia. Keberadaanya harus di keluarkan dari mulut. Bagaimana? Dengan cara mengirimkan sinyal pada otak agar bisa batuk batuk.

Cabang tenggorokan atau Bronchus

Di namakan cabang tenggorokan karena memang bronchus ini letaknya meneruskan dari si trakea atau si batang tenggorokan tadi. Jumlahnya ada dua, yakni berada di paru paru kanan dan paru paru kiri. Jika di lihat dari struktur anatomi, bagian paru paru yang ada d kiri akan lebih panjang. Namun salurannya lebih sempit dan lebih mendatar. Sedangkan bagian kanan akan lebih pendek, namun lebih meninggi cabangnya. Hal inilah yang menyebabkan paru paru sebelah kanan lebih rentan terkena penyakit.

Jika di bandingkan dengan trakea, struktur bronkus memang hampir serupa. Hanya saja dinding pada trakea lebih tebal dari pada milik bronchus. Setelah melewati bronchus, udara yang mengandung oksigen tadi akan melewati bronkiolus, yakni merupakan cabang dari bronchus. Pada bronchus  kanan, memiliki 3 cabang bronkiolus. Sedangkan pada bronchus kiri, hanya memiliki 2 cabang bronkiolus.

Broncheolus

Merupakan cabang dari bronchus. Pada bagian kanan terdapat 3 cabang, sedangkan pada bagian kiri hanya terdapat 2 cabang saja. Baik dari kanan maupun kiri, cabang cabang saluran pada paru paru ini memiliki struktur yang lebih kecil dan halus. Bahkan dinding dari lapisan broncheolus ini di nilai tipis. Dalam broncheolus terdapat silia pada rongga rongganya. Meskipun menjadi salah satu saluran organ yang tidak memiliki tulang rawan, keberadaan bagian ini sangat di perlukan. Setiap bronkeolus akan bermuara ke alveolus.

Alveolus

Setelah udara yang mengandung oksigen melewati bronkiolus, kemudian berjalan menuju alveolus. Dalam organ ini, memiliki struktur yang menyerupai bola bola kecil. Setiap bola memiliki pembuluh pembuluh darah. Pada bagian ini terdapat epitel pipih yang melapisi alveolus. Hal ini berguna untuk membantu darah yang ada di sana demi mengikat oksigen dari udara yang baru saja masuk.  Fungsi alveolus sebagai tempat pertukaran darah dan pengikatan darah terjadi di dalam rongga rongga alveolus.

Paru paru

Merupakan bagian utama dari proses pernapasan manusia. Letaknya berada di dalam rongga dada, yang mana di batasi oleh sekat. Nama sekat ini adalah diafragma. Setiap manusia, memiliki dua jenis paru paru, yakni paru paru kanan dan paru paru kiri. Di sebelah paru paru kanan, terdapat 3 lobus atau gelambir, yakni gelambir atas, gelambir tengah, dan juga gelambir bawah. Sedangkan pada bagian paru paru kiri, terdapat dua gelambir, yakni gelambir atas dan juga gelambir bawah. Setiap paru paru, selalu di selimuti oleh pelindung yang di namakan dengan pleura. Kapasitas vital paru paru total manusia mampu menampung udara berkisar 3,5 liter.

Ketika manusia mengambil udara atau oksigen dari luar, paru paru akan berkontraksi. Hal ini membuat dada naik dan terangkat ke atas. Sehingga membuat udara yang dari luar bisa masuk ke dalam. Sedangkan ketika ia menghembuskan napas, paru paru akan berelaksasi. Hal ini membuat dada turun ke bawah. Sehingga udara yang ada di dalam tubuh akan keluar. (baca : fungsi paru-paru)

Jenis Pernapasan pada Manusia

Ada beberapa jenis pernapasan pada manusia. Ini membuat kapasitas udara yang masuk dari luar juga menampung volume berbeda beda. Simak ulasan berikut :

  • Udara tidal – Biasa di sebut dengan udara pernapasan biasa. Merupakan udara yang biasa keluar dan masuk ke dalam paru paru pada saat melakukan pernapasan biasa. Volume yang bisa di capai saat melakukan pernapasan biasa ini sekitar 500 ml pada usia dewasa.
  • Udara komplementer – Merupakan udara yang bisa masuk setelah melakukan inspirasi biasa. Yakni dengan cara menarik napas dengan sedalam dalamnya. Dengan cara ini kita memang sengaja memasukan udara yang banyak ke dalam tubuh. Efeknya memang mampu membuat diri anda tenang. Volume maksimal yang bisa di capai saat memasukkan udara komplementar ini sekitar 1500 ml pada usia dewasa.
  • Udara suplementer – Selain mengenal udara komplementer, maka kita juga akan bertemu dengan udara suplementar. Yakni merupakan udara yang kita keluarkan atau di hembuskan dengan sekuat kuatnya dari dalam tubuh. Biasanya kita akan melakukan hal ini setelah melakukan ekspirasi. Udara yang akan kita keluarkan setelah melakukan ekspirasi ini di namakan dengan udara suplementer. Total volume yang bisa di capai untuk sekali melakukan udara suplementer ini adalah 1500 ml pada usia dewasa.
  • Udara residu – Meskipun kita sudah menarik napas sekuat kuatnya, lalu menghembuskannya dengan kuat, bukan berarti kantong udara di dalam paru paru kita kosong. Namun sejatinya tetap masih ada udara yang tertinggal di dalamnya. Nama udara yang masih ada di dalam paru paru walaupun sudah di keluarkan semuanya adalah udara residu. Total volume maksimal dari udara residu ini sejumlah 1500 ml pada usia dewasa.
  • Kapasitas vital paru paru – Setelah kita mengenal udara tidal yang merupakan pernapasan biasa, lalu masih ada udara komplementer atau udara yang masih bisa masuk setelah kita melakukan inspirasi. Kemudian ada juga mengenai udara suplementer atau udara yang masih bisa di keluarkan walaupun setelah melakukan ekspirasi, juga masih ada udara residu atau udara yang masih ada dan tinggal di dalam paru paru. Sehingga paru paru kita tidak benar benar kosong. Masih ada satu istilah lagi, yakni kapasitas vital paru paru. Yakni merupakan kapasitas total dari penjumlahan antara udara tidal, udara komplementer, serta udara suplementer

Proses pernapasan manusia

Jika di persingkat lagi, manusia bernapas dengan memasukan oksigen ke dalam tubuh. Maka jalannya berawal dari rongga hidung, kemudian masuk ke dalam faring. Setelah itu melewati trakea atau tenggorokan, lalu menuju bronkus. Jika sudah beres, akan masuk ke dalam paru paru yang mana di dalamnya terdapat bronkiolus dan juga alveolus.

  1. Perjalanan di dalam hidung – Udara yang masuk ketika kita menarik napas atau di kenal dengan proses inspirasi melalui hidung. Baik itu adalah hidung kanan atau kiri. Kemudian saat masuk ke dalam hidung, suhu dan juga tekanannya di sesuaikan dengan suhu dan tekanan yang ada dalam tubuh. Termasuk pula di lakukan proses penyaringan oleh bulu hidung, jika memang ada kotorannya bisa di tinggal di bulu hidung. Boleh juga melakukan pernapasan menggunakan mulut.
  2. Keadaan diafragma – Saat melakukan inspirasi atau penarikan udara dari luar agar masuk ke dalam tubuh, bukan hanya hidung saja yang bekerja. Namun juga otot otot diafragma ikut berkontraksi. Jika dalam keadaan normal, otot diafragma bentuknya melengkung ke atas. Tapi ketika ia sedang berkontraksi, bentuknya menjadi mendatar lurus. Hal ini membuat rongga dada menjadi besar mengembang. Pada saat ini, di namakan pula sebagai pernapasan perut. (baca : fungsi diafragma)
  3. Keadaan rongga dada – Secara tidak langsung, ketika diafragma mendatar, rongga dada yang membesar, akan mempengaruhi keberadaan otot tulang rusuk. Karena semua berkontraksi, akhirnya otot tulang rusuk juga ikut berkontraksi. Hal ini membuat rongga dada mengembang. Inilah yang di namakan dengan pernapasan dada.
  4. Udara masuk ke dalam tubuh – Setelah dada mengembang, membuat tekanan yang ada di dalam rongga dada menurun. Ini menjadikan tekanan yang ada di luar tubuh menjadi tinggi. maka perbedaan tekanan ini membuat udara yang ada di luar tubuh bisa masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut. Kemudian udara tadi berjalan sesuai aliran arah pernapasan di dalam paru paru. Karena udara sudah masuk ke dalam paru paru, maka paru paru yang tadinya berkontraksi menjadi terisi dan mengembang,
  5. Kerongkongan dan tenggorokan – Setelah berjalan melalui hidung, maka udara akan melaju sampai pada kerongkongan. Baru kemudian masuk ke dalam tenggorokan.
  6. Batang tenggorokan atau trakea – Kemudian setelah melalui tenggorokan, udara akan masuk ke dalam batang tenggorokan atau trakea.
  7.  Bronchus – Setelah itu, udara yang berasal dari trakea akan di lanjutkan ke bronchus. Di dalam bronchus, ada beberapa tingkat percabangan. Nantinya ada udara yang di giring masuk ke dalam paru paru kanan, dan ada pula yang di giring masuk ke dalam paru paru kiri.
  8. bronkiolus – melewati percabangan pada bronchus, maka ada udara yang masuk ke dalam bronkiolus kanan dan kiri. Sebenarnya antara kanan maupun kiri, ke duanya sama saja. Di sini udara hanya lewat saja sebelum masuk ke dalam alveolus
  9. alveolus – setelah selesai memasuki bronkiolus, akhirnya udara akan segera di proses di alveolus. Di sini udara melalui proses kimiawi dengan beberapa zat yang ada di dalam tubuh, pertukaran oksigen dan karbon dioksida juga terjadi di dalam sini. Oksigen yang sudah siap akan di ikat pada kapiler darah. Kemudian di alirkan melalui vena pulmonalis atau pembuluh balik paru paru. Selanjutnya darah yang sudah di ikat tadi di bawa ke jantung agar bisa di alirkan ke seluruh tubuh.

, , ,




Oleh :
Kategori : Manusia
Search

Our Sponsors


Dosen Talks

Kompas.com, Tempo.co, Kpu.go.id Menangkan 02 ?
Kurang Kredible Apa Web ini..!!