Sponsors Link

Hormon Gonadotropin : Penjelasan dan Fungsinya

Tidak jauh berbeda dengan tumbuhan atau hewan yang memiliki berbagai jenis hormone di dalam tubuhnya yang seyogianya berperan penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan hewan atau tumbuhan itu sendiri. Begitu juga dengan manusia sobat, ada begitu banyak jenis hormon manusia yang terdapat dalam tubuh kita juga tentunya yang memiliki nama, peran atau pun fungsi yang berbeda – beda satu dengan yang lainnya.

Salah satu jenis hormon yang terdapat pada tubuh kita yang tentunya memiliki peranan penting dalam tubuh kita adalah hormon gonadotropin. Untuk ulasan selengkapnya mengenai hormon gonadotropin tersebut, yuk sobat langsung saja kita simak ulasan berikut ini bersama – sama dengan seksama.

Apa Itu Hormon Gonadotropin?

Adapun yang dimaksud dengan hormon gonadotropin merupakan salah satu jenis hormon yang terdapat dalam tubuh kita yang masih sekelompok dengan hormon protein yang memiliki peran dan juga fungsi dalam sistem reproduksi manusia. Adapun hormon gonadotropin yang diproduksi oleh sel yang disebut gonadotrp tersebut terletak di kelenjar pituitari.

Terdapat dua jenis hormon gonadotropin tersebut, yakni follicle – stimulating hormon ( FSH ) dan juga luteinizing hormone ( LH ) . Sebagaimana hormon gonadotropin ini merupakan bagian penting dari sistem reproduksi, hormon gonadotropin ini sering digunakan sebagai pengobatan untuk interfisilitas baik pada pria maupun wanita.

Apa Fungsi Hormon Gonadotropin?

Adapun beberapa fungsi dari hormon gonadotropin tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk menstimulasi ovulasi karena rendahnya kadar gonadotropin alami atau estrogen yang terdapat dalam tubuh kita.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk mengembangkan folikel telur secara banyak pada ovari. Telur – telur tersebut nantinya akan di panen dan digunakan untuk membantu teknik reproduksi seperti fertilisasi in vitro atau transfer intrafallopian.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk mengatasi jumlah sperma yang rendah yang disebabkan rendahnya kadar gonadotropin tersebut pada tubuh seorang pria.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk menyembuhkan ovulasi yang tidak teratur yang disebabkan oleh sindom polistik ovari pada saat klomifen yang dicampur dengan bahan yang lainnya.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk merangsang atau mendukung folikel ovarium tumbuh dan menjadi matang pada seorang perempuan.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel – sel germinal pada pria, serta mendukung proses pematangan sperma sebelum nantinya akan membuahi sel telur pada perempuan.

Pada saat folikel ovarium tersebut mencapi tingkat kematangan, maka ini disebut dengan akhir dari fase tersier perkembangan.  Tingkat estrogen yang tinggi dalam tubuh wanita akan mengaktifkan gelombaag besar yang disebut dengan hormon luteinizing.

Lonjakan seperti ini juga biasanya akan berlangsung selama satu hari sampai dengan dua hari sebelum tingkat tinggi LH akan memicu ovulasi. Selain itu sobat, LH ini juga akan memicu sebuah proses yang mengubah folikel menjadi korpus luteum, struktur dan ovarium yang menghasilkan hormon progresteron yang juga tentunya penting dalam hal pemeliharan kehamilan.


Sekian informasi yang bisa penulis sajikan buat anda mengenai hormon gonadotropin yang bisa penulis sajikan buat sobat semua. Semoga ulasan diatas bisa bermanfaat buat anda yang sudah berkunjung dan membaca artikel ini serta bisa memperluas wawasan anda. Sampai jumpa di artikel selanjunya. Terima kasih sudah berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca artikel kali ini. Salam hangat selalu dari penulis, salam sehat selalu.

, , , , ,




Oleh :
Kategori : Biologi Dasar