Categories: Hewan

Klasifikasi Filum Porifera : Pengertian, Ciri Ciri dan Contoh nya

Dari klasifikasi filum porifera, nama Porifera sendiri bisa muncul dari bahasa latin yakni meliputi porus (atau disebut sebagai lubang kecil) dan juga ferre (dapat diartikan membawa). Definisi dari porifera merupakan hewan yang memiliki bagian tubuh berpori dengan bentuk yang sangat sederhana. Selain itu sering dikenal dengan nama hewan sponge (bisa disebut juga spons). Habitat tetap pada tempat yang berlokasi di bagian dasar perairan. (baca juga : homeostasis dalam ekosistem)

Presentase kehidupannya banyak ditemukan di air laut dengan spesies sekitar 5000 sampai 10000 spesies dan sebagian kecil bisa ditemukan di air tawar sekitar 150 spesies saja. Dalam waktu yang panjang yakni sekitar kurang lebih 500 juta tahun yang lalu, porifera melakukan revolusi sehingga bagian tubuh dari hewan yang tergolong primitif ini mempunyai sangat banyak pori-pori yang jumlahnya mencapai ribuan dan pada akhirnya aktivitas air yang mengalir bisa terjadi tanpa henti. (baca juga : aliran energi dalam ekosistem)

Baca juga :

Klasifikasi Filum Porifera

Hewan jenis ini mempunyai wujud fisik beraneka ragam, bisa dikatakan mirip dengan tumbuhan, warna yang dihasilkan dari tubuhnya juga bervariasi serta bisa mengalami perubahan. Karakteristik secara umum yang dimiliki oleh porifera ialah mempunyai sel banyak pada tubuhnya, berbentuk asimetris (simetri radial). (baca juga : klasifikasi animalia)

Porifera mendapatkan oksigen dan juga makanannya dari siklus alami air yang mengalir kemudian membawa benda-benda yang bisa menjadi santapan baginya. Porifera mempunyai ukuran tubuh mulai dari yang berukuran kecil dalam milimeter sampai yang berukuran besar dalam meter (maksimal ditemukan dengan ukuran 2 meter). (baca juga : ciri ciri ekosistem air tawar)

Bagian-bagian dari sel akan membentuk anggota tubuh dari porifera menjadi 2 lapisan, namun jaringan yang sudah terbentuk bisa dikatakan belum sempurna, dan pada keduan bagiannya terdapat gelatin (sering disebut dengan mesenkim). (baca juga : klasifikasi landak)

Pada bagian tubuhnya terdapat banyak pori, rongga-rongga yang digunakan sebagai tempat mengalirnya air, serta terdapat saluran-saluran. Kemudian pada bagian permukaannya terbentuk dari sel-sel yang mempunyai leher berflagelum (sering disebut dengan koanosit). Proses pencernaan pada porifera terjadi dibagian dalam sel (secara intrasel). (baca juga : klasifikasi teripang)

Secara umum hewan ini mempunyai susunan rangka pada bagian dalam. Hewan ini berkembangbiak menggunakan 2 cara yakni berkembang biak melalui cara kawin dan melalui cara tak kawin. Jika melalui cara kawin bisa dilakukan karena adanya interaksi antara sel spermatozoid dan juga sel telur. Bagian larvanya mempunyai bulu berbentuk getar dan bisa melakukan renang. Sedangkan jika melalui cara tidak kawin proses perkembangbiakannya dengan cara bertunas. (baca juga : filum nemathelminthes)

Jika dibedakan dari tingkat kompleksitasnya, maka sistem pada bagian saluran air yang ada pada klasifikasi filum porifera dibagi menjadi 3 bagian yakni sebagai berikut :

1. Tipe Askon

Definisi dari tipe askon merupakan dimana bagian lubang-lubang yang ada pada bagian ostiumnya langsung terhubung ke bagian saluran yang berbentuk lurus dan secara langsung air akan mengalir menuju ke bagian spongosol (atau lebih dikenal dengan rongga dalam). (baca juga : ekosistem danau)

Tipe askon ialah suatu tipe pada saluran air yang mempunyai bentuk paling sederhana dibandingkan dengan tipe yang lainnya. Pada tipe ini prosesnya bisa diawali dari bagian ostia yang nantinya akan dihubungkan secara langsung pada bagian yang bernama spongocoel. Selanjutnya dari bagian spongocoel air akan mengalir keluar melewati bagian oskulum. Tipe askon misalnya : Leucoslenia. (baca juga : pelestarian biota laut)

2. Tipe Sikon

Definisi dari tipe sikon merupakan salah satu tipe saluran air yang bagian lubang ostiumnya secara langsung terhubung pada bagian saluran yang mempunyai cabang selanjutnya ke bagian rongga yang secara langsung terhubung dengan bagian spongosol. (baca juga : ekosistem rawa)

Tipe sikon ialah salah satu tipe dari saluran air yang tersusun dari dua bagian saluran meliputi bagian radial dan juga bagian inkruen. Prosesnya diawali dari air yang bisa masuk melewati bagian ostia dan terus mengalir sampai ke bagian saluran inkruen. (baca juga : sistem gerak pada tumbuhan)

Selanjutnya akan melewati bagian porosit dari saluran inkruen mengalir lagi ke saluran radial (terjadi proses pemutaran yang dilakukan oleh bagian cambuk-cambuk koanasit), kemudian berlanjut lagi ke bagian spongocoel dan berakhir menuju keluar melewati bagian oskulum. Tipe sikon misalnya : Scypha. (baca juga : struktur tubuh porifera)

3. Tipe Leucon (Mempunyai Nama Lain Ragon)

Definsi dari tipe leucon merupakan salah satu saluran air yang bagian lubang ostiumnya secara langsung terhubung
dengan bagian saluran yang mempunyai cabang-cabang selanjutnya ke bagian rongga namun tidak terhubung secara langsung ke bagian spongosol. (baca juga : keseimbangan ekosistem)

Tipe leucon ialah tipe dari saluran air yang mempunyai sifat palin kompleks diantara tipe-tipe lainnya. Prosesnya berawal dari masuknya air dari bagian ostium mengalir melewati saluran yang berujung ke bagian rongga-rongga dengan batas yang terbentuk oleh koanosit. (baca juga : ciri ciri porifera)

Selanjutnya dari bagian rongga air akan mengalir melewati saluran-saluran lagi yang berujung ke bagian spongocoel dan kemudian akan berakhir dengan mengalir keluar melewati bagian oskulum. Tipe leucon pada bagian tubuhnya mempunyai lebih banyak jaringan dibandingkan bagian yang lainnya di tubuhnya. Tipe leucon misalnya : Euspongia dan Spongia. (baca juga : ciri ciri filum porifera)

Baca juga :

Porifera mempunyai ciri-ciri fisik secara umum yakni seperti halnya :

  • Porifera mempunyai dua cara dalam proses perkembangbiakannya yakni melalui cara kawin (pertemuan antara bagian dari spermatozoid dan juga bagian dari sel telur) dan melalui cara tidak kawin (melalui proses bertunas).
  • Habitat tetapnya berada di daerah perairan (sebagian di air tawar dan sebagian di air laut).
  • Mempunyai bagian tubuh yang berongga dan biasa disebut dengan spongocoel.
  • Mempunyai bagian tubuh yang bisa digunakan untuk masuk dan keluarnya air (bagian saluran yang digunakan untuk masuk air disebut dengan ostium dan bagian saluran yang digunakan untuk keluar air disebut dengan oskulum)
  • Pada bagian tubuh porifera mempunyai 2 lapisan yang telah menyusunnya.
  • Wujud asli dari porifera menyerupai dengan bentuk jambangan atau juga ada yang menyerupai bentuk vas bunga.
  • Bagian sel dari tubuhnya yang bernama amoeboid dan juga koanosit biasanya dimanfaatkan untuk melakukan proses penangkapan makanan yang terbawa oleh aliran air.
  • Jika dilihat secara detail di tubuhnya, pada bagian antara lapisan luar dan juga bagian lapisan dalam ditemukan sel-sel spikula serta sel-sel amoebosit. (baca juga : interaksi dalam ekosistem)

Dalam kehidupan manusia sehari-hari, ternyata porifera mempunyai peran yang bisa dikatakan menguntungkan seperti halnya sebagai berikut :

  • Dari banyak spesies dari porifera, ternyata sebagian jenisnya bisa dimanfaatkan oleh manusia sebagai alat spons untuk menunjang proses mandi. Spesies porifera yang biasa digunakan adalah hippospongia dan juga spongia yang dapat membantu menggosok-gosok bagian tubuh dalam rangka mengangkat kotoran yang menempel.
  • Menghasilkan dan juga mengeluarkan zat-zat kimia dari tubuhnya yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan proses pengobatan terhadap beberapa jenis penyakit mematikan karena dari hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuan terdapat potensi yang cukup besar untuk digunakan dalam mencegah dan menyembuhkan penyakit kanker serta penyakit-penyakit lainnya.

Baca juga :

Dapat diambil kesimpulan bahwa penjelasan mengenai klasifikasi filum porifera sudah diulas secara detail dan rinci sehingga lebih memudahkan anda untuk mempelajari dan memahami lebih dalam lagi. Sampai disini dulu artikel yang membahas mengenai klasifikasi filum porifera. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Recent Posts

Pemupukan Anorganik dan Penjelasannya

Definisi dari pupuk ialah bahan yang dijadikan sebagai penambah pada sebuah media tanam untuk membantu…

5 years ago

Pemupukan Organik dan Penjelasannya

Pupuk berbahan organik menjadi satu-satunya input yang bisa diberikan ke dalam lahan sawah. Konsentrasi nutrisi…

5 years ago

Manfaat Penerapan Bioteknologi

Sebelum membahas tentang manfaat Bioteknologi, ada baiknya kita paham duluapa itu Bioteknologi. Secara umum Bioteknologi…

5 years ago

Dampak Red Tide Bagi Biota Laut

Definisi dari red tide merupakan kejadian yang terjadi secara alami pada air laut yang mengalami…

5 years ago

Dampak Red Tide Bagi Manusia

Definisi dari red tide ialah fenomena dimana ditemukan perkembangan jumlah fitoplankton yang sangat drastis berkali…

5 years ago

LGBT dari Sudut Pandang Biologi

Dr Roslan Yusni Hasan atau Ryu Hasan selaku pakar neurologi mengatakan, dalam menjawab mengenai LGBT…

5 years ago