Sponsors Link

10 Contoh Simbiosis Predasi beserta Penjelasannya Terlengkap

Contoh dari simbiosis predasi yakni berbagai hubungan antara organisme pemangsa dengan organisme yang dimangsa (prei) di berbagai rantai makanan maupun jaring – jaring makanan. Simbiosis predasi berkaitan erat dengan piramida makanan. Piramida rantai makanan adalah piramida yang menerangkan tingkatan biomassa dan aliran energi antar komponen ekosistem yang ada di bumi.

Simbiosis berasal dari bahasa Yunani yang asal katanya yaitu sym (dengan) dan biosis (kehidupan). Simbiosis diketahui memiliki pengertian interaksi atau hubungan diantara mahluk hidup satu dengan yang lainnya. Simbiosis predasi tidak terbatas pada predator di puncak piramida saja. Mahluk hidup yang memangsa mahluk hidup lainnya disebut sebagai predator. Hubungan antara pemangsa atau yang dikenal dengan sebutan predator terjalin dalam interaksi makan dan dimakan yang membentuk simbiosis predasi. Peran dari simbiosis predasi dalam ekosistem sebagai cara mahluk hidup untuk bertahan diri dan menyeimbangkan ekosistem.

Jika simbiosis predasi tidak terjalin dengan baik akan berdampak buruk pada populasi mahluk hidup. Populasi suatu komponen ekosistem akan mengalami kelebihan jumlah individu yang berdampak pada ketidakseimbangan. Berikut adalah beberapa contoh simbiosis predasi beserta penjelasannya antara organisme pemangsa dan organisme  yang dimangsa dalam jaring – jaring makanan.

Contoh Simbiosis Predasi beserta Penjelasannya

1. Ulat dan Burung Ciu besar (Pteruthius flaviscapis)

Burung pemakan ulat atau serangga lainnya merupakan salah satu predator dalam ekosistem. Kata predator selama ini identik dengan mahluk hidup yang menyeramkan, namun kita ketahui bahwa semua mahluk hidup pemangsa akan disebut dengan predator. Beberapa waktu lalu, ada fenomena alam wabah ulat bulu yang berkembang subur mengganggu pemukiman. Ketidakseimbangan ekosistem atau homeostasis dalam ekosistem menjadi alasan utama mengapa hal tersebut bisa terjadi. Banyak burung – burung kelompok pemakan serangga yang ditangkap dan dijual secara bebas.

Penangkapan dan pengalihan habitat burung – burung tersebut berdampak pada melonjaknya jumlah individu ulat. Jumlah individu yang tak terkendali dirasakan mengganggu oleh masyarakat. Burung pemangsa serangga diantaranya Burung  Ciu besar (Pteruthius flaviscapis), Burung Pelatuk (Picus viridis), Burung Pelatuk Besi (Dinopium javanense), Burung Murai Gila (Rhipinura javanica), Burung Cipoh Kacat (Aegithina tiphia), dan lain – lain. Ciri khas burung predator serangga adalah memiliki paruh yang sedikit panjang dan runcing. Celah paruh yang sempit mendukung mereka untuk menangkap serangga.

2. Alap – Alap Macan (Falcon ceverus) dan Tikus (Rattus norvegicus)

Elang dikenal dengan predator yang dikenal sebagai konsumen puncak. Elang memiliki paruh yang tajam untuk mencabik – cabik daging mangsanya. Jenis elang pemangsa tikus yaitu Alap – Alap  Macan (Falcon ceverus), Barred Forest Falcon (Micrastur ruficollis),  Orange Breasted Falco  (Falco deiroleucus), dan lain – lain. Predator udara ini biasa mencari mangsa saat matahari mulai tinggi.

Kita dapat melihat fenomena ini di wilayah ekosistem yang masih asri. Elang akan melayang memanfaatkan panas bumi untuk mencari mangsanya. Saat dimana matahari mulai tinggi, burung – burung kecil akan berhenti berkicau. Berbeda dengan pagi hari, burung – burung kecil sibuk aktif terbang kesana kemari untuk mencari makan, membuat sarang, dan lain – lain. Jika suasana mulai senyap maka itu adalah waktu dimana sang predator mencari mangsa. Mata elang yang tajam dan kaki yang kokoh memungkinkan elang untuk mendapatkan dan membawa mangsanya.


3. Harimau (Panthera tigris Sumatrae) dan Rusa Sambar (Cervus unicolor)

Salah satu predator terkenal di darat adalah Harimau. Harimau (Panthera tigris Sumatrae) di Indonesia kini hanya bisa ditemui di Hutan Pulau Sumatera. Di Hutan pulau Jawa, predator yang terkenal berbahaya diantaranya Macan (Panthera pardus) dan Meong Congkok (Felis bengalensis). Harimau, macan, maupun Meong Congkok memiliki wilayah mencari makan yang berbeda – beda.

Hutan yang semakin sempit menimbulkan luas wilayah pemangsaan saling berebut yang akhirnya terjalin kompetisi. Masyarakat di daerah pegunungan seringkali mengeluh didatangi oleh Macan atau Meong Congkok yang memakan ternak mereka. Penyempitan lahan untuk mencari makan dan sedikitnya makanan yang tersedia menjadi alasan utama para predator untuk memakan ternak warga masyarakat setempat.

4. Ikan Hiu Putih (Carcharodon carcharias) dan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis)

Salah satu predator air yang terkenal ialah ikan hiu putih. Ikan Hiu gemar memakan Anjing Laut, Ikan Tuna Mata Besar (Thunnus Obesus), Ikan Tongkol (Euthynnus affinis), Ikan Bara Kuda (Sphyraena jello), Penyu Laut Hijau (Chelonia mydas), Cumi – Cumi (Loligo sp), dan lain – lain. Ikan Hiu Putih menyukai ikan tongkol karena mereka hidup berkelompok.

Ikan Tongkol yang berberombol memudahkan Hiu Putih untuk memangsa mereka. Ikan Hiu dikenal sebagai pemangsa daging dengan gigi – gigi yang sangat tajam. Banyak jenis – jenis Hiu pembunuh diantaranya (Euprotomicrus bispinatus) Hiu Pigmi, (Carcharhinus leucas) Hiu Banteng, (Galeocerdo cuvier) dan (Carcharodon carcharias) Hiu Harimau. Proses pemangsaan interaksi dalam ekosistem terjadi di darat, laut, maupun udara.

5. Paus Pembunuh (Orcinus orca) dan Anjing Laut Kecil (Arctocephalus galapagoensis)

Orcinus orca atau Paus Pembunuh adalah salah satu predator yang mengendalikan ekosistem di lautan. Paus pembunuh ini menyukai mamalia laut seperti Anjing Laut Kecil (Arctocephalus galapagoensis). Paus pembunuh merupakan salah satu anggota keluarga dari lumba – lumba.

Hal tersebut yang membuat Paus Pembunuh (Orcinus orca) bersahabat juga dengan manusia. Penyerangan terhadap kapal – kapal manusia karena Paus Pembunuh (Orcinus orca) mengira bahwa itu adalah predator pesaing. Paus Pembunuh (Orcinus orca) hidup bergerombol atau berkelombok. Hal menarik pada kelompok Paus Pembunuh (Orcinus orca) yaitu betina yang memimpin barisan.

6. Ikan Buaya (Atractosteus spatula) dan Udang Kecil

Ikan Buaya atau Ikan Aligator adalah salah satu predator di ekosistem air tawar. Ikan ini memiliki mulut moncong dan tajam seperti Aligator. Berat ikan bisa mencapai 120 kg dengan panjang hingga 3 meter. Predator ini memakan ikan dan udang kecil di Sungai Mississipi.

7. Belalang sembah (Mantis sp) dan Serangga Kecil

Belalang sembah adalah salah satu contoh dari jenis predator kecil di ekosistem rumput. Belalang sembah memakan serangga – serangga kecil yang berada di rumput maupun di daun. Predator tidak selalu berwujud menyeramkan atau berbadan sangat besar. Binatang – binatang kecil yang menjadi pemangsa pun akan disebut sebagai predator.

8. Singa (Panthera leo) dan Kijang (Muntiacus muntjak)

Singa (Panthera leo) adalah salah satu kucing besar yang memangsa berbagai hewan mamalia seperti Kijang (Muntiacus muntjak). Seperti predator besar di darat pada umumnya, Singa (Panthera leo) memiliki luas wilayah untuk mecari makan (luas wilayah jelajah) dan luas wilayah kekuasaan. Pada umumnya mamalia menandai luas wilayahnya dengan kotorannya, urin, dan lain – lain.

9. Beruang Kutub (Ursus maritimus) dan Ikan Salmon (Oncorhynchus nerka)

Beruang Kutub merupakan pemangsa yang menunggu mangsanya untuk makan. Salah satunya adalah Ikan Salmon (Oncorhynchus nerka). Ikan Salmon (Oncorhynchus nerka) adalah jenis ikan yang bermigrasi saat bertelur. Ikan Salmon (Oncorhynchus nerka) melawan arus sungai untuk bertelur ke daerah hulu.

Hal tersebut dilakukan karena telur – telur Ikan Salmon (Oncorhynchus nerka) membutuhkan air tawar untuk berkembang. Saat masa migrasi dimanfaatkan oleh Beruang Kutub (Ursus maritimus) untuk menanggap ikan sebagai mangsa sebanyak – banyaknya. Beruang Kutub (Ursus maritimus) juga memangsa ikan lain dan berbagai jenis mamalia.


10. Buaya dan Kancil (Tragulus javanicus)

Buaya adalah salah satu predator yang terkenal di wilayah rawa, sungai, hingga muara. Buaya memiliki postur tubuh yang menyeramkan dengan gigi – gigi taring yang sangat tajam. Buaya termasuk Vertebrata atau hewan bertulang belakang. Hewan kelas reptil ini memangsa dengan cara menunggu makanannya kemudian menyerang. Kancil merupakan salah satu mangsa buaya yang terkenal hingga terdapat di sebuah dongeng.

Salah satu jenis mamalia ini senatiasa mencari sumber air saat haus. Sumber air yang berada si rawa, sungai, maupun muara memiliki ancaman karena banyaknya predator yang kelaparan diantaranya buaya. Buaya yang termasuk kelompok reptil ini terbagi menjadi beberapa genus diantaranya Mecistops, Crocodylus, Osteolaemus.

, , , ,




Oleh :
Kategori : Ekosistem
Search

Our Sponsors


Dosen Talks

Kompas.com, Tempo.co, Kpu.go.id Menangkan 02 ?
Kurang Kredible Apa Web ini..!!