Sponsors Link

Dampak Biologis Reklamasi Teluk Jakarta

Terdapat beberapa pendapat yang  mendefinisikan arti dari reklamasi yaitu sebagai berikut :

  1. Menurut Pedoman Reklamasi di Wilayah Pesisir (2005), reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase.
  2. Peraturan Menteri Perhubungan No PM 52 Tahun 2011 menyebutkan bahwa, reklamasi adalah pekerjaan timbunan di perairan atau pesisir yang mengubah garis pantai dan atau kontur kedalaman perairan.
  3. Berdasarkan Pedoman Pengembangan Reklamasi Pantai dan Perencanaan Bangunan Pengamanannya (2004), reklamasi pantai adalah meningkatkan sumberdaya lahan dari yang kurang bermanfaat menjadi lebih bermanfaat ditinjau dari sudut lingkungan, kebutuhan masyarakat dan nilai ekonomis.

Reklamasi pantai Teluk Jakarta merupakan rencana pemerintah yang ditujukan untuk mengendalikan banjir di Kota Jakarta dan pengembangan area bisnis yang tumbuh semakin pesat.

Reklamasi dilaksanakan dengan membangun tanggul raksasa sepanjang 60 km di Teluk Jakarta dan pembangunan 18 pulau kecil di depan pantai. Reklamasi pantai dapat memberikan dampak terhadap lingkungan perairan dan perikanan.

Dalam rangka pelaksanaan pengelolaan perikanan berkelanjutan, maka perlu dilakukan analisis dampak reklamasi terhadap kondisi kualitas air dan perikanan di teluk Jakarta.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak reklamasi terhadap kondisi kualitas air dan perikanan melalui analisis data primer dan sekunder. macam metode uji biologis bisa dijadikan sebagai informasi tambahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa reklamasi pantai menambah tekanan terhadap kondisi lingkungan perairan yang diindikasikan oleh penurunan kecerahan perairan, salinitas dan nilai indeks keanekaragaman fitoplankton dan makrozoobenthos. 

Reklamasi pantai akan menghilangkan daerah penangkapan sero, bagan tancap dan keramba kerang hijau, yang mengakibatkan terjadinya penurunan produksi ikan. 

Potensi penurunan produksi ikan yang akan terjadi sekitar 82,2 ton/tahun.  Di sisi lain, bagian timur Teluk Jakarta mempunyai potensi sebagai daerah asuhan ikan dan udang. 

Reklamasi pantai akan mengganggu fungsi ekologis Teluk Jakarta sebagai daerah asuhan ikan dan udang. Reklamasi Teluk Jakarta dapat dilaksanakan dengan disertai upaya pengelolaan kawasan untuk menjaga peran dan fungsi ekologisnya. hakikat biologi bagi kehidupan bisa dijadikan sebagai informasi tambahan.

Ahli oseanografi Institut Pertanian Bogor (IPB) Alan Frendy Koropitan menilai yang dibutuhkan Teluk Jakarta adalah restorasi, bukan reklamasi pulau agar perekonomian bisa tumbuh secara berkelanjutan.

Menurut dia, dalam diskusi tentang penyelesaian Reklamasi Teluk Jakarta di Thamrin School of Climate Change and Sustainability Jakarta, Rabu, kondisi Teluk Jakarta mirip dengan Chesapeake Bay, Maryland di AS, yang memiliki fasilitas pelabuhan dengan kondisi padat penduduk.

“Tapi mereka berhasil membangkitkan ekonomi baru setelah mereka merestorasi Chesapeake Bay. Ekonomi baru yang muncul luar biasa. Saya yakin tidak kalah dengan ekonominya reklamasi. Maka saya usulkan Teluk Jakarta ini solusinya bukan (melakukan) reklamasi, tapi restorasi,” katanya.

Dosen Ilmu dan Teknologi Kelautan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu mengatakan wilayah Teluk Jakarta perlu dikembalikan fungsinya seperti sedia kala agar tumbuh roda perekonomian baru.

Bisnis perikanan tangkap, perikanan budidaya dan pariwisata bisa hidup kembali dan memiliki nilai berkelanjutan jika wilayah Teluk Jakarta direstorasi.”Itu tidak akan secara ekonomi dengan (keuntungan) reklamasi,” katanya.

Alan menegaskan reklamasi sedianya adalah mengembalikan lahan yang mengalami penurunan muka tanah menjadi daratan yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan.

Ia menjelaskan berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Lingkungan Hidup pada 2012 disebutkan bahwa keberadaan 17 pulau reklamasi akan menghambat kecepatan arus.


Kondisi demikian menyebabkan kemampuan teluk untuk mencuci material sekitar pesisir secara alami akan berkurang. Akibatnya, proses pengenceran sedimen, logam berat dan bahan organik akan semakin lama. Kondisi tersebut akan menyebabkan peningkatan sedimentasi di pesisir dan muara sehingga berpotensi terjadi penyumbatan dan meningkatkan banjir di daratan.

Selain itu, rendahnya kandungan oksigen di pesisir mengakibatkan aktivitas bakteri dalam menguraikan limbah organik menurun sehingga terjadi pembusukan dan meningkatnya kandungan logam berat karena perlambatan arus.

“Perlu kajian mendalam mengenai proyek ini. Memang ini kita sayangkan karena sudah terlanjur terjadi. Kalau hal ini bisa dipakai di Jakarta, ada 20 lokasi lain di Indonesia yang akan antre melakukan reklamasi. Ini preseden buruk, kalau di Jakarta bisa, maka tempat lain juga akan menganggap bisa melakukannya tanpa kajian dalam,” katanya. (ant)

, , , ,




Oleh :
Kategori : Lingkungan
Search

Our Sponsors


Dosen Talks

Kompas.com, Tempo.co, Kpu.go.id Menangkan 02 ?
Kurang Kredible Apa Web ini..!!