Sponsors Link

Pengolahan Limbah Pertambangan Secara Biologis

Pengolahan limbah adalah salah satu kegiatan terpadu yang meliputi kegiatan pengurangan (minimization), segregasi (segregation), penanganan (handling), pemanfaatan dan pengolahan limbah.

Dengan demikian untuk mencapai hasil yang optimal, kegiatan-kegiatan yang melingkupi pengelolaan limbah perlu dilakukan dan bukan hanya mengandalkan kegiatan pengolahan limbah saja.

Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatandalam rangkapenelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahandan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.( UU No. 4Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara)

Menurut United Nations Environment Programme (UNEP, 1999) menggolongkan dampak-dampak yang timbul dari kegiatan pertambangan sebagai berikut:

  • Kerusakan habitat dan biodiversity pada lokasi pertambangan
  • Perlindunganekosistem/habitat/biodiversity di sekitar lokasi pertambangan.
  • Perubahan landskap/gangguan visual/kehilangan penggunaan lahan
  • Stabilisasi site dan rehabilitasi
  • Limbah tambang dan pembuangan tailing-Kecelakaan/ terjadinya longsoran fasilitas tailing
  • Peralatan yang tidak digunakan, limbah padat, limbah rumah tangga
  • Emisi Udara
  • Debu
  • Perubahan Iklim
  • Konsumsi Energi

Pembuangan tailing selama proses operasi harus memperhatikan pencegahan timbulnya rembesan, pengolahan fraksi cair tailing, pencegahan erosi oleh angin, dan mencegah pengaruhnya terhadap hewan-hewan liar. penjelasan biologis terjadinya sinkhole bisa dijadikan sebagai informasi tambahan.

Isu-isu penting yang perlu dipertimbangkan dalam evaluasi alternative pembuangan tailing meliputi :

  • Karakteristik geokimia area yang akan digunakan sebagai tempat penimbunantailing dan potensi migrasi lindian dari tailing.
  • Daerah rawan gempa atau bencana alam lainnya yang mempengaruhi keamananlokasi dan desain teknis .
  • Karakteristik kimia pasir, lumpur, genangan air dan kebutuhan untuk pengolahannya.
  • Reklamasi setelah pasca tambang.

Mengingat besarnya dampak yang disebabkan oleh aktifitas tambang, diperlukanupaya-upaya pengelolaan yang terencana dan terukur. Pengelolaan lingkungan di sektor pertambangan biasanya menganut prinsip Best Management Practice US EPA ( 1995 )merekomendasikan beberapa upaya yang dapat digunakan sebagai upaya pengendaliandampak kegiatan tambang terhadap sumberdaya air, vegetasi dan hewan liar.

Beberapa upaya pengendalian tersebut adalah :

  • Harus menggunakan struktur penahan sedimen untuk meminimalkan jumlah sedimen yang keluar dari lokasi penambangan
  • Mengembangkan rencana sistim pengendalian tumpahan untuk meminimalkan masuknya bahan B3 ke badan air. Hindari kegiatan konstruksi selama dalam tahap kritis.
  • Mengurangi kemungkinan terjadinya keracunan akibat sianida terhadap burung dan hewan liar dengan menetralisasi sianida di kolam pengendapan tailing atau dengan memasang pagar dan jaring untuk
  • Mencegah hewan liar masuk ke dalam kolam pengendapan tailing
  • Minimalisasi penggunaan pagar atau pembatas lainnya yang menghalangi jalur migrasi hewan liar. Namun, jika penggunaan pagar tidak dapat dihindari gunakan terowongan, pintu-pintu, dan jembatan penyeberangan bagi hewan liar.
  • Batasi dampak yang disebabkan oleh frakmentasi habitat, minimalisasi jumlah jalan akses dan tutup serta rehabilitasi jalan-jalan yang tidak digunakan lagi.
  • Larangan berburu hewan liar di kawasan tambang

Dalam kegiatan sebelum produksi dapat dilakukan dengan cara melakukan proses pemilihan bahan baku yang baik, berkualitas dan tingkat kemunian bahannya tinggi. sumber biologis pencemaran udara bisa dijadikan sebagai informasi tambahan.

Ketika produksi sudah dilakukan, fungsi alat proses menjadi penting untuk menghasilkan produk dengan konsumsi air dan energi yang minimum, selain itu diupayakan mencegah adanya bahan yang tercecer dan keluar dari sistem produksi.

Pengolahan limbah merupakan salah satu  upaya terakhir dalam sistem pengelolaan limbah setelah sebelumnya dilakukan optimasi proses produksi dan pengurangan serta pemanfaatan limbah. Pengolahan limbah bertujuan untuk menurunkan tingkat cemaran yang terdapat dalam limbah sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan.

, , , , ,




Oleh :
Kategori : Lingkungan
Search

Our Sponsors


Dosen Talks

Kompas.com, Tempo.co, Kpu.go.id Menangkan 02 ?
Kurang Kredible Apa Web ini..!!