Sponsors Link

2 Respon Biologi pada Otak Ketika Manusia Sakit Kepala

Sakit kepala yang akdang terjadi karena dampak stres pada berbagai sistem tubuh manusia ialah hal yang hampir semua orang pernah mengalami dengan bergaam penyebab, mulai dari yang sederhana seperti karena memikirkan atau mengerjakan yang tidak mampu

hingga karena hal yang berat seperti adanya penyakit atau kekurangan nutrisi dan pengaruh obat tertentu. Nah sobat, sakit kepala tentu berhubungan dengan otak dimana otak berada di kepala manusia, lalu bagaimanakah Respon Biologi pada Otak Ketika Manusia Sakit Kepala? yuk simak selengkapnya di ulasan berikut.

Kepala berdenyut hebat, atau serasa di tusuk jarum atau dihujam palu yang begitu besar ketika  manusia melakukan kegiatan memang sangat mengganggu dan ahrus diatasi dengan menerapkan waktu tidur terbaik sesuai jam biologis tubuh. Bahkan beberapa  manusia yang tidak kuat akan jatuh pingsan ketika sakit kepala dirasakan. Sebenarnya,

ketika sakit kepala, tidak ada gangguan respon biologi pada otak maupun tengkorak  manusia, karena kedua bagian itu tidak peka terhadap rasa sakit. Sakit yang menghujam kepala  manusia berasal dari lingkungan sekitar akibat respon biologi pada bagian yang sakit, namun tidak ada masalah pada otak secara langsung.

1. Respon syaraf otak

Ada jaringan syaraf yang membentang di atas kulit kepala, wajah, mulut dan tenggorokan yang dapat merasakan sakit sebagaimana hubungan kekuatan fisik dengan kesehatan otak. Otot otot di kepala dan pembuluh darah di permukaan dan dasar respon biologi pada otak adalah bagian yang sangat sensitif terhadap rasa sakit. Manusia memiliki serabut syaraf sensorik yang disebut nosiseptor yang akan bereaksi ketika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.

Nosiseptor yang ada pada kulit, sendi dan beberapa organ serta otot mengirimkan sinyal rasa sakit ke respon biologi pada otak, yang akhirnya membuat manusia merasakan sakit. Tapi, tidak semua kasus sakit kepala sama. Ada sedikit perbedaan dalam kasus sakit kepala. Respon biologi pada otak memang tidak mengalami nosiseptor, tapi nosiseptor di area kepala terdapat di lapisan jaringan yang disebut dura dan pia.

Lapisan tersebut berfungsi sebagai perisai pelindung antara respon biologi pada otak dan tengkorak. Sakit kepala yang terjadi ternyata dipicu oleh pembuluh darah yang melepaskan reaksi biologis  di dekat dura dan pia sehingga memicu nosiseptor yang sering menyebabkan sakit kepala.

2. Respon sesuai jenis sakit kepala

Ada tiga jenis sakit kepala yang biasanya menimpa manusia. Ada sakit kepala yang diakibatkan ketegangan (tension headache), migrain, dan sakit kepala kluster (cluster headache).

  • Respon sakit kepala karena ketegangan

Sakit kepala yang diakibatkan ketegangan adalah jenis yang paling umum dari sakit kepala. Sakit kepala jenis ini akan  manusia alami ketika  manusia berada dalam kondisi khawatir atau sedang banyak pikiran dan berada di bawah tekanan. Penglihatan yang buruk juga dapat menyebabkan sakit kepala ini. Ketika otot otot di kepala mengalami kontraksi, reseptor rasa sakit akan mengirimkan sinyal ke respon biologi pada otak. Sakit kepala jenis ini biasa ditangani dengan obat penghilang rasa sakit dosis ringan hingga dosis tinggi.


  • Respon sakit kepala migrain

Sakit kepala migrain disebabkan oleh perubahan dalam aliran darah ke korteks serebral. Pembuluh darah yang bengkak mendorong respon biologi pada otak sehingga menyebabkan rasa sakit. Jenis sakit kepala ini dipicu oleh kurang tidur, stres atau diet yang buruk. Migrain pun ternyata bisa berlangsung lama, tidak hanya beberapa jam saja. Bahkan migrain bisa berlangsung sampai tiga hari.

  • Respon sakit kepala kluster

Sakit kepala kluster, merupakan salah satu jenis sakit kepala yang paling parah, namun jarang terjadi. Sakit kepala ini terjadi pada satu sisi kepala, biasanya di sekitar mata. Jenis sakit kepala ini berhubungan dengan konsumsi kafein atau alkohol. Ketika seseorang berhenti minum kopi, kafein membatasi aliran darah dan lonjakan darah yang masuk ke dalam kepala, yang dapat menyebabkan rasa sakit.

Nah sobat, demikian respon biologi pada otak ketika manusia mengalami sakit kepala, tentunya untuk mencegah sakit kepala harus menjalankan pola hidup sehat dan menjauhi stres ya sobat, sehingga pikiran selalu terasa tenang dan otak sehat. Sampai jumpa di artikel berikutnya ya sobat, terima kasih.

, , , , ,




Oleh :
Kategori : Manusia