Sponsors Link
     Sponsors Link

Contoh Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pertanian Terlengkap

Sponsors Link

Pertanian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berlangsungnya kehidupan manusia. Dari pertanian manusia mendapatkan bahan pangan, hal tersebut salah satu hasil pertanian. Keberhasilan pertanian dalam menghasilkan produk bahan pangan yang berkualitas tinggi tidak terlepas dari beberapa faktor. Faktor tersebut bisa dengan memilih jenis tanah yang baik untuk tanaman, memilih bibit unggul dan lain sebagainya.

ads

Untuk mendapatkan hasil produksi pertanian yang berkualitas dapat dilakukan dengan cara meningkatkan hasil pertanian. Intensifikasi dan Ekstensifikasi pertanian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil pertanian. Berikut ini akan dijelaskan beberapa contoh intensifikasi dan ekstentifikasi pertanian.

Intensifikasi pertanian

Intensifikasi pertanian merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan hasil produksi pertanian dengan melakukan pengolahan lahan yang sempit akan tetapi menghasilkan produk yang hebat. Intesifikasi pertanian biasanya dilakukan di pulau Jawa dan Bali yang memiliki lahan sempit. Berikut ini beberapa contoh usaha dalam mempraktikkan insentifikasi pertanian :

1. Meningkatkan kualitas kerja

Meningkatkan kualitas kerja para petani dapat dilakukan denga memberikan beberapa pelatihan. Yang pastinya pelatihan tersebut harus praktik dilapangan yang bersifat continue dan berkala. Materi yang dapat disampaikan dalam pelatihan misalnya dalam proses penyemaian benih, teknik memanen tanaman yang baik, cara memupuk yang sesuai, dan lain sebagainya. Selain itu hal yang paling penting adalah adanya kerjasama antar petani dalam bertukar informasi dan pengetahuan untuk menciptakan petani yang unggul dan berkualitas.

2. Memperbaiki cara produksi

Salah satu contoh yang dapat dilakukan dalam meningkatkan hasil pertanian adalah memperbaiki cara produksi. Bisa saja cara yang selama ini digunakan masih kurang benar, sehingga hasil produksi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karenanya, para petani dan pemerintah harus memiliki komunikasi yang baik sehingga petani mendapatkan informasi dan pengetahuan yang belum didapatnya. Dan pemerintah dapat mendengar masalah-masalah yang dihadapi para petani sehingga dapat memberikan problem solving para petani.

3. Menggunakan peralatan yang lebih mumpuni

Dunia teknologi yang semakin berkembang telah masuk dalam berbagai sektor yang ada di dunia ini. Tidak dipungkiri pertanian juga salah satu yang terkena imbas dari kemajuan teknologi. Sektor pertanian harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Alat-alat pertanian modern sudah banyak dipasarkan saat ini. Alat tersebut memiliki tujuan agar menghemat waktu dan tenaga para petani dalam melakukan proses pertanian.

4. Menerapkan panca usaha tani dalam pertanian

Panca usaha tani merupakan program pertama yang dilakukan dalam mewujudkan intensifikasi pertanian. Program ini bertujuan dalam menggapai cita-cita Soeharto yang ingin menjadikan Indonesia sebagai leading country. Berikut ini langkah-langkah program kerja panca usaha tani yang merupakan jembatan dalam menciptakan intensifikasi pertanian.


5. Pengolahan tanah yang baik

Kondisi lahan atau tanah yang baik adalah tanah yang menyediakan berbagai macam unsur hara lengkap yang diperlukan tanaman. Untuk itu diperlukan cara mekanisasi pertanian agar unsur yang diperlukan bisa diperoleh.

6. Pengairan secara teratur

Irigasi harus sangat diperhatikan oleh petani dalam melakukan panca ataupun sapta usaha tani. Model irigasi tersebut harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

7. Penggunaan bibit unggul 

Memilih bibit unggul merupakan salah satu manfaat biologi di bidang pertanian, itulah mengapa ilmu biologi juga harus diberikan kepada para petani. Dalam memilih bibit unggul setidaknya bibit tumbuh seragam dan tahan jika dipindah, tahan terhadap hama (baca : cara mencegah hama ), tahan terhadap perubahan iklim, dan produktivitas tinggi

8. Melakukan pemupukan secara teratur

Memastikan melakukan pemupukan secara teratur hingga menyerap pada bagian bagian akar harus sangat diperhatikan. Setidaknya petani dapat mempraktekkan usaha pertanian organik yang mana pertanian ini lebih mengutamakan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Dalam melakukan pemupukan, bisa juga digunakan pupuk kimia, salah satu yang recommended yakni pupuk EM4 dengan syarat digunakan secara tidak berlebihan (baca : dampak penggunaan pestisida). Salah satu alat yang sangat membantu dalam pemupukan adalah traktor, merupakan alat pertanian modern yang dapat membantu petani menjadikan waktu dan tenaganya lebih efektif dan efisien.

9. Melakukan pemberantasan hama dan penyakit tanaman 

Cara mencegah hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan dengan beberapa cara, yakni dengan cara mekanik, kimiawi, bilogis ataupun dengan bercocok tanam. Usaha untuk tidak menggunakan cara kimiawi selama masih bisa menghindari zat kimia itu akan lebih baik dalam memberantas hama dan penyakit tanaman.

Ekstensifikasi pertanian

Ekstensifikasi merupakan pengolahan lahan dengan melakukan pelebaran lahan bertani. Hal ini bisa dilakukan di pulau Kalimantan, Sumatra dan Irian Jaya karena memang masih banyak lahan kosong yang belum menjadi pusat industri dan masih tingkat kepadatan penduduk yang tinggal di pulau tersebut masih dikatakan rendah. Sehingga esktensifikasi pertanian dapat dilakukan dengan membuka hutan, memanfaatkan daerah sekitar rawa, membuka semak belukar, dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa contoh ekstensifikiasi pertanian :

1. Mendirikan pabrik baru atau cabang-cabang pabrik atau perusahaan

Seperti yang diketahui, ekstensifikasi merupakan upaya pengolahan pertanian dengan membuka lahan baru. Hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian yang mengharuskan membuka lahan baru yakni mendirikan pabrik atau perusahaan atau ladang yang baru. Karena bisa saja lahan yang digunakan saat ini tidak cocok untuk digunakan sebagai lahan pertanian. Sehingga petani juga harus benar-benar cermat dalam memilih jenis tanah yang baik untuk tanaman agar mendapatkan hasil yang sempurna.

2. Membuka lahan pertanian baru

Cara yang biasa dilakukan dalam membuka lahan baru yakni dengan cara :

  • Pembukaan lahan yang berfungsi untuk membuang dan mencabut rumput atau ilalang sampai ke akar-akarnya.
  • Pengolahan tanah yang membutuhkan alat untuk yang bekerja pada berbagai macam tanah.
  • Pembuatan bedengan atau parit yang digunakan sebagai resapan dan tempat cadangan air saat penyiraman.
  • Pembuatan bedengan dengan alur tanam yang akan memudahkan dalam menanam dengan rapi dan lurus. Selain itu bedengan juga akan lebih rata pada permukaannya.
  • Perawatan tanaman/penyiangan yang dilakukan pada saat tanaman sudah mulai tumbuh, perawatan juga dapat dilakukan dengan memperbaiki parit lama yang tertimbun sehingga perlu diperbaiki kembali.

Ekstensifikasi pertanian ini juga sangatlah memiliki dampak yang sangat besar. Karena hal ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem serta potensi punahnya penduduk asli suatu daerah karena kalah bersaing dengan penduduk pendatang. Selain itu, hal ini juga dapat mempengaruhi terhadap perubahan lingkungan disekitarnya.

Itu tadi penjelasan tentang intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian yang dapat mneingkatkan hasil pertanian. Meski begitu, peran manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan masih dibutuhkan dalam menciptakan keseimbangan ekosistem di alam ini. Sehingga pelestarian ekosistem di alam ini dapat terus dilakukan. Bagaimana cara menjaga keseimbangan ekosistem tentunya harus difikirkan sebelum bertindak dalam melakukan hal apapun.

Sponsored Links

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Thursday 23rd, November 2017 / 02:59 Oleh :
Kategori : Manusia