Sponsors Link
     Sponsors Link

Kerugian Mollusca bagi Kehidupan Manusia

Sponsors Link

Nama cantik yang dalam bahasa Yunani berarti lunak, kita sebut Mollusca. Mollusca adalah hewan yang jika dilihat dalam  pengelompokan hewan yang terbagi dua yakni hewan vertebrata dan dan invertebrata, ia termasuk kelompok invertebrata pemilik tubuh lunak juga multiseluler. Anggota dalam klasifikasi makhluk hidup yang bernama filum mollusca ini mencapai 100.000 spesies dan malakologi adalah ilmu yang secara khusus mempelajarinya.

ads

Mollusca memiliki ukuran tubuh yang sangat bervariasi, jika kita ambil satu contoh hewan dari kelompoknya yakni cumi-cumi, ada cumi-cumi raksasa yang memiliki tubuh sangat besar dengan panjangnya dapat mencapai 18 m. Dalam berbagai tempat baik itu di darat maupun air, kita dapat menemukan kelompok Mollusca. Mereka dapat dibedakan secara biologis antara si jantan dan betina, namun ada sebagian  yang bersifat hermafrodit (memiliki 2 kelamin dalam satu tubuh).

Dari beberapa literatur yang saya baca, mollusca adalah jenis hewan yang punya banyak keuntungan. Contohnya seperti sumber makanan yang mengandung banyak protein. Namun tidak banyak orang tahu tentang kerugian mollusca.

Setiap hewan maupun tumbuhan pasti memiliki peran, manfaat atau kerugiannya bagi manusia juga lingkungannya secara umum. Misalnya seperti yang sempat saya bahas sebelumnya tentang peranan arthropoda, peranan mamalia bagi kehidupan, dan lain-lain. Kali ini, pembahasan kita adalah kerugian mollusca yang jarang diketahui orang.

Kerugian Mollusca

1. Merusak bangunan kapal.

Teredo Navalis juga biasa disebut dengan shipworm merupakan hewan air asin yang sejenis udang. Namanya cukup terkenal karena dapat memakan kayu dan bahkan mampu menghancurkan, itulah mengapa sebagian orang menyebutnya rayap laut. Hewan satu ini merupakan bagian dari mollusca (Eulamellibranchiata) dalam keluarga teredinidae.

Kayu yang tenggelam atau yang berada dalam air laut, seperti kapal kayu dan kayu-kayu bangunan dermaga ataupun pelabuhan, berkemungkinan menjadi tempat teredo navalis merusak kayu. Beberapa langkah yang dilakukan untuk mencegah resiko ini yaitu seperti pemakaian bahan tembaga untuk melapisi bagian bawah kapal kayu. Cristopher Columbus dalam sejarah diketahui bahwa ia melakukan cara ini pada kapalnya.

Fenomena besar akibat dari ulah teredo navalis yang menarik perhatian dunia, terjadi di Belanda. Rayap laut ini menyebabkan terjadinya krisis abad ke-18 dengan merusak kayu atau tanggul yang terbuat dari kayu di pinggir lautan. Dan baru-baru ini, kelompok mollusca tersebut memnjadi penyebab ambruknya minor  sepanjang sungai  Hudson  tepi  laut di Hoboken, New Jersey.

2. Sebagai inang perantara cacing hati

Sepertihalnya pada siklus hidup ancylostoma duodenaledaur hidup wuchereria bancroftisiklus hidup trichuris trichiura dan daur hidup enterobius vermicularis. Dalam daur hidupnya, cacing hati memiliki inang utama yaitu siput bercangkang seperti pada Lymnaea (siput air tawar; mollusca). Ketika daur hidup cacing ini berada pada tahap mirasidium setelah menetas di feses dan terbawa di alam, cacing ini akan mencari inangnya. Yaitu para mollusca terutama siput air tawar bercangkang seperti Lymnaea.

Dalam tubuh siput inilah mirasidium akan mengalami prosese paedogenesis,  sehingga  terbentuk  larva  yang  banyak. Setelah beberapa proses dalam tubuh siput selesai, cacing hati ini akan keluar ke alam bebas. disinilah ia dapat menyebabkan infeksi pada makhluk hidup. Infeksi yang diakibatkan oleh cacing hati mampu merusak hati, yang ditandai dengan nafsu makan berkurang, berat badan yang menurun drastis serta pada kondisi parah (seperti serangan pada kambing dan domba) dapat memicu penyakit hati akut (hepatitis parenkimatosa akut dan Cholangitis kronis).


Meski mollusca tidak berperan langsung dalam infeksi hati ini, namun ia membantu atau menjadi inang tempat perkembangan cacing dalam daur hidupnya. Sehingga, siput memiliki peran dalam perkembangan cacing hati yang berbahaya, disinilah letak kerugian molluasc dalam hewan siput tersebut.

3. Musuh petani

Keong mas yang juga bagian dari mollusca, menjadi musuh petani yan. Karena ia mampu merusak padi dan hal ini sangat merugikan para petani. Cara yang dilakukan keong mas dalam merusak pdi ialah dengan   memarut jaringan tanaman dan memakannya. Menurut Hendarsih, bukan hanya padi yang masih muda yang dimakan keong mas, tetapi juga jenis tanaman lain yang lunak. Ia akan memarut pangkal batang yang letaknya berada dibawah air menggunakan lidahnya. Ketika sudah patah, patahan tanaman tersebutlah yang kemudian dimakannya. (Hermawan, 2007 ).

4. Sebagai hama perusak tanaman

Hewan yang juga memiliki cangkang ini akrab dengan sebutan bekicot. Bekicot/ siput adalah salah satu hewan yang mengindikasikan kerugian mollusca. Siput ini mempunyai lapisan kitin yang letaknya berada di bagian punggung. Pada umumnya, hama siput menyerang tanaman tomat  tepatnya di bagian daun dan batang. Ciri fisik tanaman yang telah terserang hama siput yakni adanya bekas gigitan bergerigi pada bagian tanaman.

Namun petani mungkin akan sulit memergoki sipu-siput ini saat beraksi. Karena ia aktif hanya dimalam hari, serta lebih betah pada daerah dengan kelembaban tinggi. Di siang hari biasanya ia bersembunyi di tempat-tempat yang sejuk. Bagi yang ternyata lahan pertaniannya telah terserang hama, maka segeralaha ketahui  cara mencegah hama dan lakukan tindakan.

5. Resiko konsumsi mollusca

Kerugian mollusca yang terakhir yakni resiko bagi anda pecinta jenis mollusca. Apa saja hewan dari kelompok mollusca yang berbahaya, dan bagaimana cara agar tetap dapat mengkonsumsinya dengan resiko yang minim? Berikut penjelasannya:

  • Kerang

Kelompok mollusca memang diakui mengandung protein yang tinggi. Namun bagi anda penyuka kerang, berhati-hatilah dalam memakan kerang. Mulai saat ini, usahakan untuk lebih selektif memilih kerang. Kerang bersifat mengkonsumsi apapun yang ada di sekitarnya. Kerang air tawar biasanya tinggal pada dasar kolam ataupun danau, ia memakan apapun, termasuk polutan, logam berat yang tersuspensi dalam perairan, limbah industri, kotoran manusia, dan lain-lain.

Anehnya, meski racun-racun berbahaya tersebut masuk ke dala tubuh kerang, ini tidak akan memiliki pengaruh buruk pada tubuhnya. Hal ini berbanding terbalik dengan manusia yang menyantap kerang-kerang tersebut. Jumlah logam dan bahan-bahan lain yang berbahaya, yang ada dalam tubuh kerang akan sangat membahayakan kesehatan orang yang mengkonsumsinya.

Kerang air tawar barulah dianggap layak konsumsi jika ia hidup dalam lingkungan yang kondisinya bersih dari pencemaran. Ketahuilah ciri-ciri lingkungan sehat dan tidak sehat supaya anda dapat memutuskan kerang dari daerah mana yang cukup sehat.

  • Keong menyebabkan cacingan

Keong sawah adalah salah satu perantara cacing Trematoda. Karena keong sebagai perantara, otomatis cacing dalam keong dipastikan masih hidup. Keong yang telah dipenuhi dengan cacing kemudian diolah dengan cara yang kurang benar, maka dapat membantu berpindahnya cacing-cacing tersebut pada tubuh manusia. Dari peristiwa tersebutlah yang memicu terjadinya infeksi cacing di dalam usus manusia.

Klasifikasi Mollusca dan Ciri-cirinya

1. Amphineura

Amphineura merpakan salah satu bagian dari mollusca yang mempunyai 8 cangkang yang terbuat dari zat kapur. Cangkang tersebut tersusun mirip atap rumah pada tubuhnya. Hewan ini memiliki bentuk tubuh bulat seperti telr dan pipih. Selain itu, tubuh hewan ini juga termasuk  simetri bilateral. Anda dapat menemui hewan ini hanya di perairan laut, yang biasanya ia menempel di bebatuan.

Bernafas melalui sistem pernapasan pada hewan adalah salah satu ciri-ciri makhluk hidup, amphineura memiliki insang sebagai alat pernafasannya. Proses pencernaannya dimulai dari mulut dikepla ayang dilengkapi lidah parut (ranula) dan berakhir pada anus. Bukan hanya badannya yang pipih, tetapi hewan ini juga memiliki kaki yang pipih. Hewan ini tidak dapat melihat krena tidak memiliki mata, selain itu ia juga tidak memiliki tentakel.

Trafoko adalah sebutan bagi larva hasil pembuahannya secara seksual yang merupakan prosesn perkembangbiakan hewan ini. Ada sekitar 700 spesies yang termasuk dalam amphineura ini.

2. Cephalopoda

Cephalopoda adalah kelompok mollusca yang kakinya terletak pada bagian kepala. Bagian kepala, leher , dan badan adalah 3 bagian kecil yang ada pada seluruh bagian tubuhnya. Berbeda dengan emphineura, cephalopoda ini memiliki mata dana kepala yang besar. Namun ia tidak memiliki cangkang. Ia memiliki tentakel yang berbentuk 8 bagian panjang di kepalanya. Habitatnya hanya dilaut, bukan perairan tawar. Oleh karena itu, ia memiliki insang sebagai alat pernafasannya.

Sistem pencernaannya terbilang lengkap,  sistem peredaran darah pada hewan ini tertutup, dan fertilisasi hewan ini terjadi di air laut. Cephalopoda mempunyai otot khusus dan zat kromatofora yang mampu melakukan kombinasi perubahan warna tubuhnya, sehingga ia dapat berubah warna dengan cepat. Biasanya, ia akan menghasilkan cairan seperti tinta ketika melarikan diri dari mangsanya. Anggota dari cephalopoda yang sangat dikenal adalah gurita dan cumi–cumi.


3. Gastropoda

Gastropoda merupakan hewan yang bergerak dengan perutnya. Sesuai namanya yang terdiri dari gaster dan podos, dua kata ini masing-masing memiliki arti perut dan kaki. Selain keunikan tersebut, gastropoda juga dapat cairan sejenis lendir untuk melindungi dan membuatnya mudah dalam bergerak. Tubuhnya berbentuk simetri bilateral serta dilindungi oleh cangkang. Ia juga memiliki 2 tentakel di bagian kepala yang digunakan sebagai penglihatan dan penciuman.

Dari segi seksualnya, hewan ini termasuk hermafrodit (memiliki dua buah alat kelamin dalam 1 tubuh), bahkan alat kelaminnya dapat menghasilkan sperma dan ovum (Ovotestis). Insang dan paru-paru, keduanya sama-sama ia miliki. Mulutnya dilengkapi dengan gigi (radula). Tumbuhan adalah makanannnya, namun tidak sedikit dari gastropoda yang juga memangsa hewan. Pencernaannya merupakan sistem pencernaan yang lengkap, selain itu gastropoda juga memiliki organ tubuh yang cara kerjannya sejenis ginjal, disebut dengan nefridia yang merupakan bagian dalam sistem ekskresi pada hewan ini. Contohnya adalah siput.

4. Scaphopoda

Jenis ini juga memiliki cangkang, namun cangkangnya tajam seperti terompet dengan lubang kecil diujungnya yang berfungsi untuk mnyesuaikan diri dengan habitatnya. Biasanya ia menanamkan tubuhnya di daerah berlumpur atau berpasir. Pergerakannya dilakukan dengan kaki. Beberapa tentakel yang dimilikinya terletak di kepala. Contoh dari scaphopoda adalah dentalium.

5. Bivalvia/ Pelecypoda/ Lammelibarachiata

Dari kelompok mollusca yang ada, bivalvia atau juga disebut pelecypoda dan lammelibarachiata merupakan hewan yang cangkangnya terdiri dari beberapa lapis dan salah satu lapisannya berfungsi membentuk lapisan mutiara. Kakinya pipih menyerupai kapak, ia bernafas dengan menggunakan insang. Statocis adalah alat yang berfungsi untuk keseimbangan, terletak dekat ganglion pedal. Untuk membentuk larva yang disebut glosidium, ia melakukan reproduksi secara seksual. Sistem peredaran darahnya tertutup. Ada 300 species yang termasuk dalam bivalvia tersebut.

Setelah mengetahui kerugian mollusca yang jarang dipublikasikan, maka dapat kita simpulkan bahwa dari manfaat hewan yang ada, kita harus berhati-hati dan mengenalnya lebih jauh.

Sponsored Links

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Friday 03rd, November 2017 / 03:32 Oleh :
Kategori : Hewan